KLIKJATIM.Com | Sampang - Nasib malang menimpa Jasmawi (76), warga Dusun Cemkerrep, Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Pria lanjut usia ini menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh kerabatnya sendiri berinisial MN (50) pada Kamis (2/4/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa insiden berdarah ini dipicu oleh masalah sepele saat pelaku MN mendatangi rumah korban untuk meminta "air obat".
Kejadian bermula ketika MN bertamu ke rumah Jasmawi. Saat MN mengutarakan niatnya meminta air obat, korban menyuruh pelaku untuk mengambilnya sendiri. Tak disangka, jawaban tersebut membuat MN naik pitam.
Pelaku kemudian mengambil sebuah kursi besi berwarna silver dengan dudukan pink yang ada di teras, lalu memukulkannya ke arah korban sebanyak tiga kali. Salah satu hantaman kursi tersebut mengenai bibir atas sebelah kiri Jasmawi hingga terluka.
“Setelah memukul dengan kursi, MN lari ke pekarangan rumah dan menantang korban untuk carok (duel) sambil mengancam akan membunuh korban. MN bahkan sempat mengeluarkan sebilah celurit dari sarungnya,” terang AKP Eko, Kamis (2/4).
Situasi semakin memanas saat korban yang merasa terancam mencoba menghampiri pelaku. Namun, MN justru berlari ke arah samping mushola dan mengambil balok kayu jati sepanjang 110 centimeter.
Tanpa ampun, pelaku memukulkan balok kayu tersebut ke wajah korban sebanyak dua kali. Pukulan pertama mengenai pelipis dan pipi kiri di bawah kantung mata, sementara pukulan kedua mengenai lengan kiri korban karena mencoba menangkis serangan tersebut.
Usai melancarkan aksinya, MN langsung melarikan diri sembari kembali melontarkan ancaman pembunuhan terhadap korban.
Melihat kondisi Jasmawi yang bersimbah darah, pihak keluarga langsung melarikannya ke Puskesmas Camplong untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Tak terima dengan perbuatan semena-mena tersebut, korban didampingi keluarga melaporkan kejadian ini ke Polres Sampang.
“Korban sudah mendapatkan perawatan. Pihak keluarga juga sudah resmi melapor ke Polres Sampang agar kasus penganiayaan ini segera ditindaklanjuti secara hukum,” pungkas AKP Eko.
Editor : Fatih