klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jatim Bidik Pasokan Kulit Halal dari Australia, Khofifah Dorong Investasi dan Penguatan Industri

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Siswo Pramono, bersama pelaku bisnis Australia dan Asosiasi Pengusaha Kulit Indonesia (APKI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3) malam.

Pertemuan tersebut dinilai strategis dalam memperkuat kerja sama antara Jawa Timur dan Australia, khususnya untuk mendukung pengembangan industri kulit di wilayah tersebut. Khofifah menyebut kunjungan ini membuka peluang baru dalam memperluas akses bahan baku sekaligus meningkatkan konektivitas industri.

Menurutnya, Jawa Timur membutuhkan pasokan bahan baku kulit dalam jumlah besar guna menopang industri yang terus berkembang. Dengan dukungan dari pihak Australia, akses terhadap bahan baku berkualitas diharapkan semakin terbuka, baik untuk kebutuhan industri pengolahan maupun produk turunan seperti rambak.

Jawa Timur sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri kulit nasional, dengan sentra produksi yang tersebar di Sidoarjo, Magetan, Pasuruan, dan sekitarnya. Industri ini mencakup berbagai sektor, mulai dari penyamakan kulit hingga produksi alas kaki, tas, dan produk lainnya. Namun, keterbatasan bahan baku berkualitas masih menjadi tantangan utama.

Khofifah menambahkan, kerja sama ini juga memberikan jaminan terkait aspek kehalalan bahan baku. Australia sebagai pemasok daging ke kawasan Timur Tengah telah menerapkan standar penyembelihan halal sesuai syariat, sehingga menjadi nilai tambah bagi industri di Jawa Timur.

Ke depan, kolaborasi kedua pihak diharapkan tidak hanya mencakup penyediaan bahan baku, tetapi juga transfer teknologi serta investasi di sektor hilirisasi industri kulit. Dengan demikian, industri kulit Jawa Timur dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, baik domestik maupun internasional.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya hubungan dagang yang saling melengkapi antara Jawa Timur dan Australia. Meski saat ini neraca perdagangan masih defisit, ia optimistis kerja sama ini dapat mendorong peningkatan produktivitas industri daerah.

Selain itu, tren investasi di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang positif, didukung oleh stabilitas ekonomi, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Dengan posisi strategis sebagai pusat logistik Indonesia Timur, Jawa Timur dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor global.

Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur menjadi mitra strategis Australia, khususnya di sektor industri, perdagangan, dan konektivitas regional. Ia berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dubes RI untuk Australia, Siswo Pramono, menyampaikan bahwa kerja sama bisnis antara Indonesia dan Australia, khususnya di sektor peternakan sapi, memiliki potensi besar. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha kedua negara melalui program kunjungan industri.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengajak pelaku industri Indonesia untuk melihat langsung rumah potong hewan halal di Australia. Kini, giliran pelaku usaha Australia yang diajak melihat potensi industri di Indonesia.

Siswo menegaskan bahwa rumah potong hewan halal di Australia telah memenuhi standar syariah, sehingga kualitas dan kehalalannya terjamin. Ia berharap kolaborasi ini dapat menciptakan sinergi saling menguntungkan, di mana Indonesia memperoleh bahan baku, sementara Australia dapat berinvestasi di sektor industri kulit.

“Kita membeli bahan bakunya, sementara mereka berinvestasi di industri kita. Ini kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Editor :