KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, kembali menggulirkan program kepulangan tanpa biaya bagi para santri usai merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman. Kebijakan ini didukung oleh alokasi sisa dana APBD yang mencapai sekitar Rp300 juta.
Anggaran tersebut secara khusus dikhususkan untuk membantu para santri kembali ke pondok pesantren masing-masing setelah menjalani masa mudik. Pemerintah daerah menetapkan kalangan santri sebagai penerima manfaat utama dalam program strategis ini.
Proyeksi Akomodasi 4.000 Santri
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengungkapkan bahwa dana yang tersedia diproyeksikan cukup untuk memberangkatkan ribuan peserta.
"Dengan anggaran itu, diperkirakan dapat mengakomodasi sekitar 4.000 santri untuk kembali ke pondoknya setelah mereka mudik lebaran," ujar Dzulkarnain, Minggu (29/3/2026).
Terkait teknis pelaksanaan, Dzulkarnain menjabarkan bahwa pemberangkatan dilakukan melalui mekanisme pengajuan dari masing-masing pondok pesantren. Sistem ini diterapkan agar pendataan lebih rapi, terintegrasi, serta memastikan bantuan tepat sasaran.
Prioritas untuk Kalangan Pesantren
Hingga saat ini, sejumlah pondok pesantren telah mengajukan permohonan pemberangkatan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring mendekatnya puncak arus balik.
"Biasanya mulai akhir Maret ini, jumlah pemohon akan terus meningkat," jelasnya.
Meski demikian, Dzulkarnain mengakui bahwa program balik gratis ini belum mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat karena keterbatasan anggaran daerah. Untuk sementara, fokus layanan tetap pada para santri.
"Saat ini prioritas kami pada para santri. Nanti apabila masih ada sisa anggaran, akan kami pertimbangkan untuk kelompok lain," tambahnya.
Pengamanan dan Kelancaran Arus Balik
Selain menyiapkan fasilitas transportasi, Pemkab Sumenep mengimbau warga yang hendak kembali ke tempat kerja agar menggunakan armada resmi dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan guna menghindari kepadatan.
Guna memastikan kelancaran di lapangan, Pemkab Sumenep bersama aparat gabungan TNI dan Polri telah mendirikan sejumlah posko di titik-titik strategis.
"Kami bersama aparat kepolisian dan TNI telah menyiapkan posko-posko untuk memastikan para pemudik aman dan lancar hingga sampai ke tujuan," tandasnya.
Editor : Fatih