klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Khofifah Gelar Diskusi Publik, Mitigasi Dampak Geopolitik Global Terhadap Ekonomi Jatim

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar diskusi publik bersama Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar diskusi publik bersama Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar diskusi publik bersama Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Diskusi ini secara khusus membahas mitigasi dan solusi dampak sosial ekonomi bagi Jawa Timur akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Forum strategis yang juga menjadi momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah ini bertujuan merumuskan kebijakan yang terintegrasi, adaptif, dan responsif terhadap potensi krisis energi, pangan, serta gangguan logistik global.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional, Jawa Timur harus bersiap menghadapi fluktuasi harga energi dan tekanan inflasi.

“Dinamika geopolitik global berpotensi memberikan dampak luas terhadap sektor energi, pangan, dan logistik. Ini risiko nyata yang harus kita antisipasi bersama agar Jawa Timur tetap resilien,” ujar Khofifah.

Sebagai lumbung pangan nasional dengan cadangan beras pemerintah mencapai 825,36 ton (tertinggi nasional), Khofifah memastikan ketahanan pangan menjadi keharusan strategis. Pemprov Jatim terus mengoptimalkan program Jatim Agro-Hub dan mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi untuk menjaga hulu hingga hilir ekosistem pangan.

Di sektor energi, meski ketersediaan BBM dan LPG dipastikan aman, Khofifah terus mendorong percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang kini kapasitasnya telah mencapai 709,13 MW. Langkah efisiensi juga dilakukan melalui kebijakan Work From Home (WFH) dan optimalisasi rapat daring sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, yang memandu diskusi menghadirkan narasumber kompeten seperti Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Kepala BI Jatim Ibrahim, dan akademisi Unair Gigih Prihantoro.

Sesmenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam paparannya secara daring menyebutkan bahwa meskipun ada tekanan global, struktur ekonomi Jawa Timur yang ditopang kuat oleh konsumsi domestik memberikan tingkat resiliensi yang baik.

“Struktur ekonomi yang ditopang konsumsi domestik membuat kita cukup resilien. Namun, sektor unggulan bisa terdampak lebih cepat, sehingga sinergi daerah sangat krusial,” jelas Susiwijono.

Selain penguatan ekonomi makro, Gubernur Khofifah memastikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan melalui PKH Plus dan bantuan langsung tunai tetap menjadi prioritas guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga.

“Saya meyakini dengan sinergi dan gotong royong, Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mengambil peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.

Editor :