klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dihadiri 5.000 Bikers, Jamnas Honda C50 C70 C90 Club Indonesia XXIII di Mojokerto Perkuat Persaudaraan Motor Klasik

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Semangat persaudaraan pecinta motor klasik Honda kembali bergema di Bumi Majapahit
Semangat persaudaraan pecinta motor klasik Honda kembali bergema di Bumi Majapahit

KLIKJATIM.Com | Mojokerto – Semangat persaudaraan para pecinta motor klasik Honda kembali bergema dalam gelaran Jambore Nasional (Jamnas) Honda C50 C70 C90 Club Indonesia XXIII yang berlangsung di Lapangan Ketok Tunggal, Pager, Pungging, Kabupaten Mojokerto pada 18–19 Juli 2026. Mengusung tema "Classic Bumi Majapahit", perhelatan ini menjadi ajang silaturahmi terbesar bagi komunitas Honda C50, C70, dan C90 dari seluruh penjuru Nusantara.

Tak kurang dari 5.000 bikers yang tergabung dalam berbagai klub dan komunitas Honda klasik memadati lokasi acara. Para peserta rela menempuh perjalanan jauh dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga wilayah Indonesia Timur untuk berkumpul dalam satu semangat menjaga eksistensi motor legendaris Honda sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Kerajaan Majapahit di Mojokerto.

Perwakilan Club Blekok Mojosari Mojokerto sekaligus panitia penyelenggara, Muhammad Makruf Anas, menuturkan bahwa Jamnas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah memperkuat solidaritas antarkomunitas sekaligus mendongkrak potensi pariwisata dan budaya daerah.

"Melalui tema Classic Bumi Majapahit, kami ingin mengajak seluruh pecinta Honda C50, C70, dan C90 untuk tidak hanya berkumpul, tetapi juga mengenal sejarah serta kekayaan budaya Mojokerto. Semoga Jamnas ini semakin mempererat persaudaraan komunitas sekaligus menjaga kelestarian motor klasik Honda yang memiliki nilai historis tinggi," ujar Muhammad Makruf Anas.

Rangkaian acara diawali sejak Sabtu dengan penyambutan hangat bagi para peserta menggunakan Tari Tradisional khas lokal, dilanjutkan dengan berbagai fun games untuk mencairkan suasana. Seremoni pembukaan kemudian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur, lalu dimeriahkan oleh penampilan pertunjukan musik band dan DJ.

Memasuki hari kedua pada Minggu pagi, peserta mengawali agenda dengan senam bersama dan dilanjutkan sesi sarasehan komunitas. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai perkembangan keorganisasian, pelestarian motor klasik, serta penguatan jejaring antarklub skala nasional.

Apresiasi tinggi turut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kehadiran Bupati Mojokerto beserta jajaran Forkopimda menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan otomotif positif yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia bersama Bupati Mojokerto, unsur Kecamatan, Kelurahan, perwakilan Kodim, dan Polsek turut menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim. Agenda dilanjutkan dengan pengundian doorprize serta pengumuman pemenang kontes motor klasik Honda yang menampilkan deretan unit restorasi maupun modifikasi terbaik.

PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor utama sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasinya atas soliditas dan loyalitas komunitas Honda klasik yang terus terjaga melintasi generasi.

Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, menegaskan bahwa komunitas merupakan elemen penting dalam ekosistem Honda yang selalu menyebarkan energi positif di tengah masyarakat.

"Jamnas Honda C50 C70 C90 Club Indonesia XXIII menunjukkan bahwa motor klasik Honda tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Kami mengapresiasi semangat kebersamaan yang terus terjaga sekaligus mengimbau seluruh bikers untuk selalu mengedepankan keselamatan berkendara dengan semangat #Cari_Aman dalam setiap perjalanan," ungkap Suhari.

Melalui gelaran Jamnas ke-23 ini, sinergi antarkomunitas Honda di seluruh Indonesia diharapkan semakin solid serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam merawat warisan sejarah otomotif di Indonesia.

Editor :