KLIKJATIM.Com | Sumenep - Pengelola Terminal Tipe A Arya Wiraraja di Kabupaten Sumenep, Madura, mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Langkah ini dilakukan dengan menempatkan faktor keselamatan penumpang sebagai prioritas utama dalam pelayanan transportasi.
Sejumlah strategi pun disiapkan untuk memastikan perjalanan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman berlangsung aman dan nyaman. Pihak terminal mengantisipasi peningkatan arus penumpang yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
Juru Bicara Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Agus Mardiyanto menjelaskan, bahwa pergerakan penumpang sempat mengalami penurunan pada pertengahan Februari lalu.
Namun memasuki awal Maret, tren tersebut mulai berubah dengan adanya peningkatan jumlah penumpang, khususnya pada keberangkatan.
“Pada 15 Februari lalu kami sempat mencatat adanya sedikit penurunan jumlah penumpang. Tetapi sejak 1 Maret, grafiknya mulai kembali meningkat, terutama pada penumpang yang berangkat,” ujarnya pada wartawan, Selasa (10/3).
Meski arus penumpang saat ini belum mencapai puncaknya, pihak terminal tetap melakukan persiapan secara maksimal. Hal itu dilakukan karena puncak arus mudik diperkirakan terjadi sekitar 17 Maret 2026.
Dalam menghadapi kemungkinan lonjakan tersebut, pengelola terminal menegaskan tidak akan mengabaikan aspek keselamatan.
Setiap armada bus yang beroperasi diwajibkan menjalani pemeriksaan fisik dan teknis kendaraan atau ramp check sebelum diperbolehkan mengangkut penumpang.
Pemeriksaan itu meliputi berbagai komponen penting kendaraan, mulai dari kondisi mesin, sistem pengereman, ban, hingga kelengkapan peralatan darurat di dalam bus.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan.
“Kami tidak akan berkompromi dalam hal keselamatan. Semua kendaraan wajib melalui ramp check sebelum diperkenankan membawa penumpang, baik saat arus mudik maupun nanti saat arus balik,” tegas Agus.
Selain memperketat pemeriksaan armada, pengelola terminal juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.
Kerja sama dengan kepolisian dilakukan untuk meningkatkan pengawasan sekaligus menjaga keamanan aktivitas transportasi selama periode mudik.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang tertib dan kondusif bagi para penumpang maupun pengemudi yang beraktivitas di area terminal.
Terkait program mudik gratis yang kerap menjadi perhatian masyarakat, Agus menjelaskan bahwa program tersebut biasanya merupakan inisiatif dari pemerintah daerah atau lembaga tertentu. Dalam hal ini, pihak terminal hanya menyediakan fasilitas pendukung sebagai lokasi keberangkatan.
“Kami hanya menyediakan tempat serta sarana pendukung untuk titik keberangkatan. Untuk penyelenggaraan program mudik gratis biasanya menjadi kewenangan pemerintah daerah,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Agus menyampaikan harapan agar pelaksanaan mudik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ia juga berharap para pengemudi selalu dalam kondisi sehat serta mampu mengemudikan kendaraan dengan penuh kehati-hatian.
“Harapan kami tentu arus mudik tahun ini berjalan lancar. Para pengemudi tetap dalam kondisi prima dan perjalanan tidak mengalami hambatan. Dengan kendaraan yang sudah dinyatakan laik jalan melalui ramp check, InsyaAllah penumpang dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.
Editor : Wahyudi