KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sedikitnya 23 Mobil Damkar Kota Surabaya didatangkan untuk memadamkan api yang membakar gudang perabotan rumah tangga di Kompleks Pergudangan Margomulyo Permai, Surabaya, Rabu sore (19/8/2026).
Api dengan cepat membesar setelah pintu gudang dibuka dan angin kencang membuat kobaran merambat ke bagian dalam bangunan.
Api pertama kali terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Warga yang mengetahui kejadian kemudian membuka pintu untuk memastikan kondisi di dalam. Namun, angin yang bertiup kencang justru membuat api semakin membesar.
Salah seorang saksi mata, Heri, mengatakan kobaran api langsung membesar setelah pintu gudang dibuka.
“Api awalnya terlihat dari bagian depan sebelah kanan gudang. Saat pintu dibuka, angin kencang membuat api semakin besar dan langsung membakar bagian dalam,” ujarnya.
Gudang tersebut diketahui digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan rumah tangga. Saat kebakaran terjadi, bangunan dalam kondisi kosong sehingga tidak ada orang di dalam gudang.
Mendapat laporan kejadian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung mengerahkan 23 unit armada ke lokasi. Petugas juga mendapat dukungan dua unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, mengatakan pengerahan puluhan armada dilakukan karena api dengan cepat membesar dan melahap bagian dalam gudang.
“Kami mengerahkan 23 unit armada untuk melakukan pemadaman, kemudian dibantu dua unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 20 menit. Petugas mengoperasikan armada Bronto untuk menyemprotkan air dari bagian atas bangunan. Sementara untuk menjangkau titik api di bagian dalam gudang, petugas menerjunkan satu unit robot pemadam.
“Untuk menjangkau bagian dalam gudang, kami menggunakan robot pemadam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembasahan,” ujar Laksita.
Pembasahan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Laksita mengatakan proses pemadaman berjalan tanpa kendala berarti karena ketersediaan air di sekitar lokasi mencukupi.
“Tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman karena ketersediaan air di lokasi mencukupi,” katanya.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan di sejumlah titik bangunan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Penyelidikan untuk mengungkap sumber dan penyebab munculnya api diserahkan kepada tim Inafis Polrestabes Surabaya.
Editor : Ratno