GRESIK - PT Pterokimia Gresik (PG) ikut berperan dalam mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memantau sekaligus memperketat peredaran pupuk dan pestisida. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman peredaran pupuk ilegal.
Manager Humas PG, Muhammad Ihwan mengajak para petani agar selalu waspada terhadap peredaran pupuk dan pestisida. Kondisi itu juga diingatkan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy beberapa waktu lalu.
Dirjen menyebutkan, lanjut Ihwan, banyak ditemukan modus pelanggaran pupuk dan pestisida. Antara lain mengedarkan pupuk tidak sesuai izin, mutu, dan efektifitas.
[irp]
“Maka dari itu, kami meminta kepada petani untuk lebih waspada terhadap peredaran pupuk dan pestisida yang melakukan pelanggaran tersebut. Karena di lapangan, kami juga menemukan puluhan pupuk tiruan bahkan palsu,” papar Ihwan.
Pihaknya juga memperingatkan kepada produsen pupuk tiruan atau palsu. Khususnya yang meniru produk PG secara keseluruhan, maupun persamaan pada pokoknya.
Mereka diimbau segera menghentikan dan menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh pupuk tiruan. Jika dilakukan, maka tuntutan hukum secara pidana maupun perdata masih dapat terhindarkan.
“Jika masyarakat menemukan peredaran pupuk palsu atau bahkan penyelewengan distribusi pupuk subsidi, langsung saja laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.
[irp]
Selanjutnya, PG melalui petugas Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya untuk memperketat peluang terjadinya penyelewengan.
Antara lain mulai dari Distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum. Termasuk masyarakat juga bisa ikut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi.
Ihwan menambahkan, untuk penyaluran pupuk bersubsidi perusahaan berpedoman Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya. Perusahaan berpegang teguh terhadap prinsip 6 tepat. Yaitu Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.
"Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan berikut 323 asistennya. Kami memiliki fasilitas distribusi 305 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor dan 28.228 kios resmi,” tandasnya. (nul/*)
Editor : Redaksi