KLIKJATIM.Com | Gresik - Terduga pelaku pesetubuhan anak bawah umur di Benjeng masih belum dipanggil Polres Gresik.
Informasi yang dihimpun kasus yang sudah dua minggu dilaporkan ini belum ada panggilan kepada terlapor.
Praktisi hukum Gresik, Abdullah Syafii menyayangkan kinerja kepolisian Gresik karena tidak cepat melakukan pemanggilan terduga pelaku yang juga terlapor. Pihaknya ingin segera ada tindakan dari kepolisian untuk menanggapi kasus ini.
"Kasus-kasus asusila di Gresik yang sudah terlapor oleh korban asusila belum ada yang ditahan," katanya kepada klikjatim.com, Sabtu (9/5/2020).
Lebih lanjut Syafii, pihaknya mempertanyakan kinerja atau kualifikasi internal kepolisian mengenai penangkapan yg bisa langsung dilakukan penahanan dan atau prosedur penahanan yang harus melalui proses hukum dalam pemeriksaan.
[irp]
"Misalkan ada suatu tindak pidana pencurian dengan kekerasan pelaku dapat langsung ditahan dengan melakukan pemeriksaan," ujarnya.
Menurutnya dalam peristiwa hukum asusila dirasa sudah memenuhi unsur untuk segera dilakukan penahanan.
"Pelaku dikhawatirkan melarikan diri dan mengulangi, apalagi ada korban yang hamil, dan pelaku yang terlapor masih bisa kesana kemari membuat korban sakit hati," tegas Syafii.
Dalam proses pemeriksaan dan pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) dapat mudah dilakukan ketika pelaku ditahan, mengingat ancaman hukuman di atas 5 tahun.
[irp]
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik, AKP Panji Pratistha Wijaya menjelaskan, terkait kasus asusila yang menimpa gadis belia di Benjeng pihaknya belum melakukan penahanan kepada pelaku terlapor yang saat ini masih dalam tahapan proses pemeriksaan. "Belum ditahan, masih proses," singkatnya.
Diketahui, sepanjang 2020 kasus asusila di Kabupaten Gresik belum ada kejelasan pemanggilan dan penahanan terhadap pelaku tindak asusila.
Berdasarkan data yang dihimpun, ada tiga kasus asusila, mulai pelaku cabul oknum kepolisian, persetubuhan anak dibawah umur Benjeng, dan cabul di bawah umur Bungah. Semuanya pelaku belum ditahan. (bro)
Editor : Redaksi
SIG Andalkan Bata Interlock untuk Percepat Pembangunan Hunian Terjangkau
KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan Bata Interlock Presisi sebagai salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan r…
Sidang Pleno III Muktamar Putuskan Voting untuk Menentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
KLIKJATIM.Com | Jombang – Pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul U…
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarak, 71 Barisan dan 24 Mobil Hias Meriahkan Perayaan HUT ke-81 RI.…
Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Pelindo Pastikan Aktivitas Pelabuhan Trisakti Tetap Normal
KLIKJATIM.Com | Banjarmasin – Kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di sekitarnya menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (…
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…