klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soroti Banjir Jember, Wagub Emil Dardak Paparkan Strategi Aeroseeding dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
usai menjadi pemateri dalam acara Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
usai menjadi pemateri dalam acara Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

KLIKJATIM.Com | Jember – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak boleh hanya fokus pada area hilir, melainkan harus menyentuh akar permasalahan di kawasan hulu.

Dikonfirmasi usai menjadi pemateri dalam acara Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sabtu (21/2/2026) petang, Emil memaparkan bahwa kondisi ekologi di pegunungan menjadi kunci utama.

Menurutnya, curah hujan tinggi di hulu yang tidak terserap maksimal oleh vegetasi memicu aliran deras yang menggenangi permukiman di hilir.

Sebagai salah satu solusi cepat untuk memulihkan tutupan hijau di daerah perbukitan yang sulit dijangkau, Emil memperkenalkan strategi penggunaan teknologi aeroseeding.

“Kita tahu kalau daerah yang konturnya pegunungan itu harus kita jaga. Ada teknologi namanya aeroseeding,” ujar Emil kepada awak media.

Teknologi ini memungkinkan penebaran benih pohon dilakukan dari udara sehingga mampu menjangkau area terjal. Harapannya, pohon-pohon yang tumbuh nantinya dapat memperkuat struktur tanah dan menahan laju air hujan.

Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanya alat pendukung, sementara faktor utama tetap pada kesadaran manusia.

“Itu hanya satu saja dari berbagai permasalahan dan solusi terhadap permasalahan ekologi di Jawa Timur. Kata kuncinya sederhana, ekoteologi, kesadaran masyarakat juga,” imbuhnya.

Wagub Emil menekankan bahwa pelestarian hutan tidak akan berhasil jika masyarakat di sekitarnya masih dalam kondisi prasejahtera. Ia mendorong adanya solusi holistik yang menyinergikan perlindungan alam dengan peningkatan taraf hidup warga.

“Jangan sampai kita suruh hutan kita jaga, tapi masyarakat desa hutan sengsara. Tidak kita pikirkan penghidupannya. Jadi inilah yang kita coba, solusi yang holistik dan lengkap,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek tersebut.

Selain pemberdayaan ekonomi, Emil juga menyoroti pentingnya disiplin tata ruang berbasis planologi kehutanan yang jelas. Penataan ini mencakup kawasan strategis seperti Pegunungan Argopuro, Ijen, hingga wilayah perbatasan Jember-Banyuwangi di Sidomulyo.

Penataan lahan harus disesuaikan dengan peruntukannya, baik untuk fungsi lindung maupun budidaya swasembada pangan, guna menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS). Emil menjelaskan bahwa pembagian kewenangan dengan Kementerian Kehutanan menjadi penting dalam menentukan jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di kawasan tertentu.

Pemprov Jatim berharap, melalui kombinasi teknologi aeroseeding, penataan ruang yang disiplin, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, risiko bencana banjir tahunan di Jember dapat ditekan secara signifikan.

"Penanganan banjir harus dimulai dari menjaga ekosistem di hulu agar keseimbangan alam tetap terpelihara dan masyarakat terlindungi dari bencana berulang," pungkas Emil.

Editor :