klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Banjir di Jember Lumpuhkan Jalur Nasional, Ribuan KK Terdampak

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
jalur nasional Jember–Lumajang sempat lumpuh total dan ribuan kepala keluarga terdampak
jalur nasional Jember–Lumajang sempat lumpuh total dan ribuan kepala keluarga terdampak

KLIKJATIM.Com | Jember - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga Jumat (13/2/2026) dini hari. Akibatnya, jalur nasional Jember–Lumajang sempat lumpuh total dan ribuan kepala keluarga terdampak.

Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.00 WIB memicu kenaikan debit sejumlah sungai. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember (BPBD), banjir terjadi mulai Kamis pukul 18.00 WIB hingga Jumat pukul 04.20 WIB.

Luapan terjadi di Sungai Dinoyo dan Kaliputih (Panti), Kalijompo (Sukorambi), serta Sungai Bedadung di wilayah Kalisat dan Jelbuk. Air dengan ketinggian 30 sentimeter hingga dua meter merendam permukiman dan akses jalan, merobohkan jembatan, serta memicu kemacetan panjang.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan salah satu dampak signifikan terjadi di jalur nasional penghubung Jember–Lumajang, tepatnya di wilayah Kaliputih, Kecamatan Rambipuji.

“Arus lalu lintas sempat terhambat dengan antrean kendaraan mencapai kurang lebih tiga kilometer,” ujarnya.

BPBD mencatat delapan kecamatan terdampak, yakni Rambipuji, Sukorambi, Panti, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Sebanyak 17 desa/kelurahan terdampak dengan total 3.944 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 299 jiwa terpaksa mengungsi.

Kerusakan infrastruktur meliputi tiga rumah rusak ringan, tiga jembatan terdampak—termasuk jembatan putus di Desa Suci, Kecamatan Panti, serta jembatan gantung roboh di Desa Jubung, Sukorambi—dan satu pondok pesantren di Kecamatan Ajung.

Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, mengatakan pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan dengan mengalihkan kendaraan kecil ke arah Sukorambi, sementara truk bertonase besar tetap melalui jalur utama.

“Dengan rekayasa tersebut, kemacetan berhasil diurai dan arus kembali lancar,” katanya.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam oleh jajaran kepolisian di wilayah rawan banjir. Aparat berkoordinasi dengan BPBD, Tagana, serta unsur terkait untuk mitigasi dan evakuasi jika debit air kembali meningkat.

Hingga Jumat dini hari, proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung. BPBD bersama TNI/Polri, PMI, Basarnas, Dinas Sosial, relawan, dan warga melakukan distribusi logistik serta pendirian dapur umum, terutama di Kecamatan Rambipuji.

Sementara itu, banjir juga merendam Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, akibat luapan Sungai Bedadung. Puluhan kepala keluarga mengungsi setelah tembok pembatas perumahan ambrol.

Salah satu warga, Siska (49), menyebut banjir kali ini merupakan yang ketiga dan berdampak pada kerusakan rumah serta terhentinya aktivitas usaha warga.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kenaikan debit air di wilayah masing-masing.

Editor :