klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siswa Madrasah di Gresik Kaget Ada Belasan Anakan Ular Kobra di Sekolah, Petugas Damkar Sigap Evakuasi

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Anakan ular kobra yang ditemukan di Gedung Sekolah MI Roudlotut Tholibin, dievakuasi petugas Damkar Gresik ke tempat yang aman (Dok/Damkar Gresik)
Anakan ular kobra yang ditemukan di Gedung Sekolah MI Roudlotut Tholibin, dievakuasi petugas Damkar Gresik ke tempat yang aman (Dok/Damkar Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik mengevakuasi sebanyak 14 ekor anakan ular kobra yang ditemukan di lingkungan Lembaga Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotut Tholibin, RT 01 RW 03, Dusun Tempel, Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (5/2/2026).

Perwira Piket Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Sulyono, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima melalui Call Center 112 pada pukul 14.37 WIB. Petugas dari Pos Damkar Menganti langsung bergerak menuju lokasi tiga menit setelah laporan diterima.

“Informasi awal berasal dari seorang guru bernama Yusuf. Ia melaporkan adanya ular kobra yang muncul dari lubang cor di dalam area sekolah,” ujar Sulyono.

Menurutnya, kejadian bermula saat salah satu murid melihat seekor ular kobra keluar dari lubang cor di ruang kelas. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada guru. Beberapa jam berselang, kembali muncul anakan ular kobra dari lokasi yang sama sehingga pihak sekolah memutuskan untuk melapor ke Call Center 112 demi keselamatan siswa.

Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 15.22 WIB dan langsung melakukan penilaian situasi (size up) serta pencarian sumber ular. Untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan, personel terpaksa membongkar bagian lubang cor tempat persembunyian ular.

“Hasil pencarian ditemukan total 14 ekor anakan ular kobra yang kemudian berhasil dievakuasi seluruhnya,” jelas Sulyono.

Proses evakuasi selesai sekitar pukul 15.56 WIB. Setelah kondisi dinyatakan aman dan kondusif, petugas kembali ke Pos Damkar Menganti untuk bersiaga menerima laporan berikutnya.

Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, serta tidak menimbulkan kerugian material. Operasi penyelamatan melibatkan enam personel Damkar Pos Menganti, yakni Irwan, Suradi, Dicky, Agung, Restu, dan Desi, dengan dukungan satu unit mobil dinas Panther.

Sulyono menambahkan, sepanjang Februari 2026, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gresik telah menangani satu kejadian kebakaran dan 15 kejadian penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan berbahaya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan potensi bahaya, terutama yang mengancam keselamatan orang banyak,” pungkasnya.

Editor :