klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wabah PMK Kembali Menghantui Bojonegoro, Puluhan Sapi Terinfeksi

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Salah satu pemilik sapi saat penyemprotan disinfektan di kandangnya.
Salah satu pemilik sapi saat penyemprotan disinfektan di kandangnya.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menghantui para peternak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro melaporkan bahwa puluhan ekor sapi kini telah terpapar virus tersebut, memicu langkah siaga dari otoritas setempat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman, menyampaikan bahwa proses pendataan ternak yang terinfeksi masih berjalan dinamis hingga saat ini. Dalam keterangannya pada Selasa (3/2/2026), ia menyebutkan angka yang cukup signifikan.

“Per 2 Februari 2026, tercatat sebanyak 60 ekor sapi terpapar PMK. Data ini masih bisa bertambah,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, pihak Disnakkan telah melakukan berbagai upaya penanganan intensif demi memutus rantai penyebaran. Langkah-langkah tersebut meliputi penyemprotan disinfektan di kandang milik warga hingga pemberian bantuan medis bagi hewan yang sakit.

“Kami juga mengimbau peternak melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Selain itu, ternak yang sakit diberikan pengobatan dan vitamin. Kami juga meningkatkan pengawasan di pasar-pasar hewan,” tambah drh. Lutfi Nurrahman.

Selain intervensi fisik, edukasi kepada peternak mengenai langkah pencegahan dan pengawasan ketat di pasar hewan menjadi prioritas utama untuk meminimalisir risiko penularan yang lebih luas.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup serius, seperti yang diungkapkan oleh Pembina Kelompok Tani Ternak (KTT) Ustan Mandiri, Muhammad Ali. Di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo saja, tercatat puluhan sapi terjangkit yang tersebar di belasan titik, bahkan sudah ada laporan kematian ternak.

“Total ada 66 ekor sapi terpapar PMK di Desa Dolokgede yang tersebar di 15 RT. Dua sapi yang mati masing-masing milik warga RT 01 dan RT 11,” terang Muhammad Ali.

Munculnya kembali wabah ini di awal tahun 2026 menjadi pukulan berat bagi komunitas peternak. Sebagai langkah swadaya, pihak KTT telah menerapkan prosedur isolasi yang sangat ketat untuk melindungi ternak lainnya yang masih sehat.

“Kami membatasi aktivitas di kandang, termasuk mengunci akses keluar-masuk. Saat ini yang paling dibutuhkan adalah vitamin untuk ternak, karena banyak sapi sudah menunjukkan gejala PMK,” pungkasnya.

Editor :