klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Korban Banjir Bandang Jember Ditemukan di Muara Pancer Puger, Masih Mengenakan Jam Tangan Hitam

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
EVAKUASI: Tim gabungan Satpolairud Polres Jember bersama warga saat melakukan proses evakuasi jenazah Abdul Wahid yang ditemukan di muara Pantai Pancer Puger.
EVAKUASI: Tim gabungan Satpolairud Polres Jember bersama warga saat melakukan proses evakuasi jenazah Abdul Wahid yang ditemukan di muara Pantai Pancer Puger.

KLIKJATIM.Com | Jember – Pencarian terhadap korban hanyut banjir bandang Desa Pakis, Kecamatan Panti, akhirnya membuahkan hasil. Abdul Wahid (53), pria yang dilaporkan hilang terseret arus pada Senin malam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung arah muara Pantai Pancer Puger, Kecamatan Puger, pada Selasa (3/3) sore sekitar pukul 15.15 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi tersangkut di rimbunan bambu di Dusun Getekan, Desa Puger Wetan. Lokasi penemuan ini berjarak puluhan kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut, menunjukkan betapa derasnya arus Sungai Bedadung yang membawa material banjir bandang hingga ke wilayah selatan Jember.

KBO Satpolairud Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, mengonfirmasi bahwa identitas jenazah dipastikan sebagai Abdul Wahid berdasarkan ciri fisik dan atribut yang masih melekat.

“Korban ditemukan di Sungai Bedadung, tersangkut di pucukan bambu-bambu. Kondisi korban masih utuh dan dapat dikenali, masih mengenakan jam tangan warna hitam di tangan kiri. Saat ditemukan korban dalam keadaan telanjang, terdapat bekas luka di dahi yang diduga akibat benturan saat terbawa arus banjir,” jelas Aiptu Agus Riyanto di lokasi penemuan.

Setelah dievakuasi oleh tim gabungan Satpolairud, Polsek Puger, dan TNI, jenazah dibawa ke Puskesmas Puger untuk pemeriksaan medis awal. Pihak keluarga yang datang ke lokasi telah mengonfirmasi kebenaran identitas jenazah.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain luka benturan akibat bencana alam, sehingga jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Pakis.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban, yang merupakan PNS di Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa Pakis, sedang membantu mengevakuasi warga dan mencoba menyelamatkan barang berharga di rumahnya. Nahas, struktur dapur rumahnya ambrol tergerus arus sungai yang meluap tiba-tiba, membuat korban ikut terseret aliran air yang sangat deras.l

“Saat kejadian, korban ada di dapur. Bangunan tiba-tiba ambrol karena tergerus arus deras, dan korban ikut terbawa air,” kenang Kades Pakis, Zaini, saat menceritakan detik-detik hilangnya korban.

Dengan ditemukannya jenazah Abdul Wahid, operasi pencarian yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, dan berbagai unsur relawan SAR resmi dinyatakan berakhir. Petugas tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu banjir susulan di wilayah lereng Argopuro.

Editor :