KLIKJATIM.Com | Jember – Musibah banjir bandang bercampur lumpur, bebatuan, dan material kayu menerjang permukiman warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Senin (2/2) petang.
Akibat peristiwa ini, seorang warga bernama Abdul Wahid (57), yang merupakan mantan Sekretaris Desa Pakis dan kini berstatus PNS di Kecamatan Panti, dilaporkan hanyut terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian intensif.
Bencana ini dipicu oleh hujan deras di kawasan hulu lereng Pegunungan Argopuro yang menyebabkan aliran Sungai Badean meluap secara tiba-tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan asesmen sementara, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan parah pada bagian dapur yang tergerus arus, serta puluhan kepala keluarga (KK) harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Desa Pakis, Zaini, menuturkan bahwa tanda-tanda kenaikan debit air mulai terlihat sejak pukul 17.00 WIB. Saat banjir memuncak, korban Abdul Wahid diketahui sedang berada di dapur rumahnya untuk membersihkan sisa lumpur. Namun, derasnya arus sungai membuat struktur bangunan dapur ambrol seketika.
“Sore tadi air mulai naik, tapi banjir ini tidak seperti biasanya, lebih besar. Sekitar jam lima, arus sangat deras dan cepat karena membawa lumpur dan batu-batu besar. Saat kejadian, korban ada di dapur. Bangunan tiba-tiba ambrol karena tergerus arus deras, dan korban ikut terbawa air,” jelas Zaini di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Basarnas, serta relawan lintas organisasi telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban dan penanganan darurat.
“Posisi korban sampai sekarang masih dicari oleh tim Sarkawali Jember bersama BPBD dan relawan lainnya. Kami mendapat informasi hujan cukup deras di lereng Argopuro, sehingga tiba-tiba datang air bercampur bebatuan dan potongan kayu yang membuat arus sungai meninggi dengan cepat,” terang Edy.
Hingga Senin malam, warga yang terdampak telah dievakuasi ke Masjid Nurul Huda dan Ponkesdes setempat. Sejumlah relawan gabungan seperti Ben Seromben, Barat Daya, Brandal Alas, hingga Baret Rescue turut membantu proses evakuasi dan mendirikan dapur umum.
Petugas juga melakukan blokade jalan di sekitar jembatan perbatasan Desa Pakis dan Desa Badean guna mengantisipasi risiko putusnya akses jalan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjauh dari daerah aliran sungai mengingat potensi banjir susulan masih mungkin terjadi.
Editor : Fatih