klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Terobos Banjir Bengawan Jero, MBG untuk Sekolah di Lamongan Dikirim Menggunakan Perahu

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pengiriman menu MBG menggunakan perahu di Kabupaten Lamongan karena banjir (Dok/Klikjatim.com)
Pengiriman menu MBG menggunakan perahu di Kabupaten Lamongan karena banjir (Dok/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah terdampak banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tetap berlangsung meski akses jalan terendam genangan air. Demi memastikan pemenuhan gizi siswa tidak terhenti, pengiriman makanan terpaksa dilakukan menggunakan perahu.

Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) MBG Desa Tiwet menyebutkan, ketinggian air yang belum surut di sejumlah wilayah membuat kendaraan operasional tidak lagi dapat melintas. Sebagai solusi, ratusan ompreng MBG dialihkan pengangkutannya melalui jalur air.

Asisten Laboratorium SPPG Tiwet, Agung, mengatakan pengiriman ke Desa Bojoasri, Gambuhan, Kalitengah, dan Tiwet semula masih bisa dilakukan menggunakan mobil. Namun saat kondisi banjir memburuk, petugas harus beralih menggunakan perahu.

“Saat kembali dari distribusi, air sudah semakin tinggi. Akhirnya ompreng kami pindahkan ke perahu dan dikirim dengan cara didayung,” ujar Agung, Selasa.

Ia menjelaskan, sekitar 120 ikat atau kurang lebih 300 ompreng MBG dipindahkan secara manual dari mobil ke perahu. Petugas harus menempuh jarak sekitar 500 meter di genangan air setinggi kurang lebih 80 sentimeter untuk menjaga agar makanan tetap aman dan higienis.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat banjir luapan Bengawan Jero hingga awal Januari 2026 telah berdampak pada lima kecamatan. Sebanyak 2.105 rumah penduduk terendam, dihuni 2.330 kepala keluarga atau sekitar 8.334 jiwa.

Banjir juga merendam 3.823 hektare sawah dan tambak, 14.232 meter jalan poros, serta 17.247 meter jalan lingkungan. Selain itu, sebanyak 49 lembaga pendidikan dan sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, dengan total taksiran kerugian mencapai Rp5,42 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Moch. Na’im, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan layanan pendidikan dan kebutuhan dasar siswa tetap berjalan.

“Kami menyesuaikan pelayanan dengan kondisi lapangan, termasuk menyiapkan perahu di beberapa titik agar distribusi bantuan dan pemenuhan gizi siswa tidak terhenti,” katanya.

Editor :