KLIKJATIM.Com | Gresik — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik terus mengintensifkan upaya menekan pelanggaran lalu lintas dengan meningkatkan kehadiran personel di sejumlah titik rawan. Salah satunya di kawasan Simpang Empat Bunder, yang dikenal sebagai simpul lalu lintas dengan tingkat mobilitas kendaraan tertinggi di Kabupaten Gresik, Sabtu (10/1/2026).
Pengaturan dan pengawasan arus lalu lintas difokuskan pada jam-jam dengan potensi kepadatan tinggi, seiring meningkatnya volume kendaraan dari berbagai arah. Langkah ini menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan hasil pemetaan menunjukkan kepadatan dan potensi pelanggaran kerap terjadi pada pagi hari pukul 07.00–08.00 WIB, sore pukul 15.00–17.00 WIB, serta malam hari pukul 22.00–23.00 WIB.
“Pada rentang waktu tersebut, terjadi peningkatan signifikan kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar. Karena itu, kehadiran petugas di lapangan sangat penting untuk menjaga ketertiban serta mencegah kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Dalam pengawasan di lapangan, petugas memberi perhatian khusus terhadap pelanggaran lawan arus yang masih sering ditemukan. Pelanggaran ini dominan terjadi dari arah Suci menuju Cerme (Utara–Selatan), di mana sejumlah pengendara nekat memotong jalur demi mempercepat waktu tempuh, meski berisiko membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Sebagai langkah pencegahan, Satlantas Polres Gresik mengedepankan pendekatan humanis melalui imbauan langsung, teguran simpatik, serta edukasi kepada pengendara agar mematuhi rambu lalu lintas dan barier yang telah dipasang.
Penempatan personel secara rutin dan terukur di Simpang Bunder diharapkan mampu menekan angka pelanggaran, meminimalkan potensi kecelakaan, serta menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pengayoman dan perlindungan demi terwujudnya budaya tertib berlalu lintas,” pungkas AKP Nur Arifin.
Editor : Abdul Aziz Qomar