klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gresik Disulap Jadi Kota Investasi Baru, AKR GEM City Tawarkan Peluang Tak Biasa

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Kawasan JIIPE juga terintegrasi dengan proyek properti berskala besar AKR GEM City yang dikembangkan sebagai kota mandiri berbasis investasi.
Kawasan JIIPE juga terintegrasi dengan proyek properti berskala besar AKR GEM City yang dikembangkan sebagai kota mandiri berbasis investasi.

KLIKJATIM.Com | Gresik  -Kawasan Industri Gresik JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate) disebut-sebut sebagai salah satu proyek strategis paling potensial di Jawa Timur. Keberadaan ribuan tenant industri di kawasan ini diproyeksikan mampu mendongkrak rasio investasi Jawa Timur hingga melampaui 70 persen.

Selain Pelabuhan Manyar dan Smelter Freeport, kawasan JIIPE juga terintegrasi dengan proyek properti berskala besar AKR GEM City yang dikembangkan sebagai kota mandiri berbasis investasi.

Head of Region II PT AKR Surabaya Land Corporindo, Andi Setiyawan, mengatakan AKR GEM City bukan sekadar menawarkan bangunan fisik, tetapi membuka peluang bisnis jangka panjang bagi investor dan pelaku industri.

“AKR GEM City merupakan bagian dari JIIPE yang memiliki luas total sekitar 3.000 hektare. Di dalam JIIPE sendiri terdapat tiga komponen utama, yakni Java, Integrated, Industrial, and Ports Estate,” ujar Andi dalam pemaparannya di Hotel Aston Gresik beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, kawasan industri AKR GEM City memiliki luas sekitar 1.800 hektare, sementara area pelabuhan mencapai 400 hektare. Secara keseluruhan, proyek AKR Grand Estate Marina (GEM) City dikembangkan sebagai kawasan terintegrasi bertaraf internasional.

AKR GEM City dirancang sebagai kota mandiri seluas 800 hektare yang terbagi ke dalam tujuh distrik. Ketujuh distrik tersebut meliputi East Gate District sebagai gerbang utama, West Gate District yang terhubung langsung dengan JIIPE, Central Business District, Park District, University District, Golf District, serta Marina District.

“Setiap distrik memiliki fungsi dan fasilitas masing-masing untuk mendukung gaya hidup dan aktivitas bisnis penghuninya,” jelas Andi.

Konsep internasional ini, lanjut Andi, selaras dengan karakter kawasan JIIPE yang dihuni perusahaan-perusahaan global, termasuk Smelter Freeport yang telah mengamankan lahan seluas 100 hektare dan diproyeksikan akan terus melakukan pengembangan.

Menurut Andi, keberadaan Smelter Freeport menjadi katalis penting bagi program hilirisasi industri nasional. Bahan tambang dari Papua diproses di Gresik, menghasilkan tembaga dan turunan lainnya yang berpotensi menarik perusahaan internasional di sektor kaca, pupuk, hingga industri turunan mineral lainnya.

“Efek berantai inilah yang kami baca sebagai peluang besar. Banyak perusahaan pendukung tidak membutuhkan lahan besar, sehingga kami siapkan kawasan light industry di West Gate,” katanya.

Di area tersebut, AKR GEM City menghadirkan East Logistic Park yang dilengkapi gudang modern dan kavling siap bangun. Gudang yang ditawarkan memiliki luas bervariasi antara 300 hingga 1.000 meter persegi, dengan desain yang menggabungkan fungsi pergudangan dan kantor dua lantai yang representatif.

Dari sisi pemasaran, enam klaster di kawasan East Gate telah dirilis dan tercatat terjual hingga 90 persen, dengan dominasi pembeli pada kavling siap bangun. Namun dalam satu tahun terakhir, AKR beralih fokus ke pengembangan hunian dan area komersial.

“Kami merilis klaster keenam berupa rumah tinggal dan ruko. Hunian ini kami siapkan untuk menyasar pekerja di kawasan JIIPE yang jumlahnya bisa mencapai 150–200 ribu orang dalam radius lima kilometer,” ujar Andi.

Konsep hunian dekat tempat kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pekerja sekaligus menjadi instrumen investasi yang menjanjikan.

Ke depan, masterplan AKR GEM City akan dilengkapi dengan fasilitas bisnis, perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan pendidikan, hotel, hingga fasilitas penunjang lainnya. Di sektor pendidikan, AKR juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah universitas untuk menghadirkan kampus cabang dan program pengembangan profesional bagi tenaga kerja di kawasan industri JIIPE.

Editor :