klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

HGI Gandeng PORDI Gelar “IDOT 2025”, Dorong Domino Menjadi Cabang Olahraga Intelektual Strategis

avatar Hirna Ramadhanianto
  • URL berhasil dicopy
Turnamen ini diikuti 2.048 peserta dari lebih 20 provinsi dan 8 negara, serta didukung penuh oleh Higgs Games Island (HGI).
Turnamen ini diikuti 2.048 peserta dari lebih 20 provinsi dan 8 negara, serta didukung penuh oleh Higgs Games Island (HGI).

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Indonesia Domino Tournament 2025 (IDOT 2025) di Gelora Bung Karno, Jakarta, menunjukkan domino telah berkembang dari permainan keluarga menjadi olahraga strategi berskala internasional.

Turnamen ini diikuti 2.048 peserta dari lebih 20 provinsi dan 8 negara, serta didukung penuh oleh Higgs Games Island (HGI).

Ray, perwakilan HGI, menegaskan, “Domino adalah bagian dari warisan budaya Indonesia dan harus dilestarikan. HGI ingin mendorong domino menjadi olahraga profesional yang diminati generasi muda.”

Ketua Panitia IDOT 2025, Abdul Rauf, menambahkan dalam pembukaan, “Bertandinglah dengan jujur, adil, dan sepenuh hati. Kami hanyalah penyedia acara, anda memberi maka kami melayani.”

Turnamen menampilkan 512 meja dengan standar profesional dan suasana kompetitif internasional. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai mini-games di booth HGI dengan hadiah eksklusif.

PORDI bekerja sama dengan HGI untuk menetapkan standar kompetisi nasional. Ketua Umum PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyatakan, “Domino bukan lagi permainan santai; ini olahraga intelektual yang melatih strategi, ketenangan, dan disiplin.”

Dukungan pemerintah pun kuat. Ketua Komite III DPD RI, Hasan Basri, mengatakan, “Olahraga ini layak masuk kalender event nasional Kemenpora.” Sementara anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, menegaskan, “Terima kasih HGI yang membawa domino ke level kompetisi internasional dan mendorong pengakuan resmi domino sebagai cabang olahraga nasional.”

IDOT 2025 menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi HGI, PORDI, komunitas, dan pemerintah, domino bisa berkembang menjadi olahraga intelektual modern sekaligus tetap menjaga akar budaya Indonesia.

Editor :