klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tragedi Enam Santri Tenggelam di Jaddih: DPRD NasDem Desak Evaluasi Total Pengawasan Galian C

avatar Suryadi Arfa
  • URL berhasil dicopy
Fauzi anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Fraksi Partai NasDem
Fauzi anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Fraksi Partai NasDem

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Tragedi memilukan meninggalnya enam santri di kolam bekas galian C di Bukit Jaddih, Kecamatan Socah, memicu reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan.

Anggota DPRD Bangkalan dari Fraksi Partai NasDem, Fauzi, menyoroti tajam lemahnya pengawasan terhadap aktivitas galian C yang berujung pada hilangnya nyawa.

Fauzi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban, santri dari Pondok Pesantren Jabal Quran. Ia menilai kejadian ini merupakan bukti nyata bahwa pengawasan terhadap tambang galian C selama ini masih lemah dan tidak berpihak pada keselamatan masyarakat.

“Kejadian ini tidak boleh terulang. Enam nyawa melayang karena kelalaian dan minimnya pengawasan. Pemerintah daerah harus bertindak tegas,” tegas Fauzi yang duduk di Komisi II DPRD Bangkalan, Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, tragedi tersebut mengindikasikan adanya pembiaran yang sudah berlangsung lama. Kolam-kolam bekas tambang yang dibiarkan menganga tanpa pengamanan dianggap sebagai ancaman laten bagi warga, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Fauzi menegaskan bahwa DPRD Bangkalan akan mendorong pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah konkret:

  • Evaluasi izin seluruh galian C di Bangkalan, khususnya yang berada dekat permukiman.
  • Penutupan total tambang yang terbukti tidak memenuhi standar keselamatan.
  • Pemasangan pengaman dan papan peringatan di setiap kubangan bekas tambang.
  • Penyelidikan tuntas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

“Jaddih selama ini dikenal sebagai kawasan yang indah, bukan kuburan massal akibat kelalaian. Kami di DPRD akan mengawal sampai ada tindakan nyata,” tambahnya.

Fauzi juga meminta agar Polres Bangkalan, yang kini sudah turun ke lokasi, dapat bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap dugaan kelalaian hingga tragedi itu terjadi.

Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan agar semua pihak—Pemkab, aparat, dan masyarakat—bersama-sama memastikan keselamatan menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja’far, mengaku turut berdukacita. Pasca-tragedi tersebut, ia meminta semua pemilik galian C beserta pekerjanya untuk menghentikan aktivitas penambangan sementara waktu.

“Kami minta agar pemilik dan pekerja ini memperhatikan masalah lingkungan yang timbul akibat kegiatan tersebut,” singkatnya.

Editor :