KLIKJATIM.Com | Gresik – Inovasi pemenuhan gizi anak sekolah di Gresik yang digagas Yayasan PPNU Trate patut menjadi contoh. Unit SPPG Hybrid PPNU Trate menjadi pilot project dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memadukan dapur gizi dengan kantin sekolah dalam satu sistem terintegrasi.
Peresmian unit SPPG tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin (20/10/2025). Kegiatan yang digelar di halaman SDNU Trate, Jalan KH Abdul Karim, Kecamatan Gresik, dihadiri jajaran pengurus Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate Gresik, perwakilan PT Petrokimia Gresik, serta sejumlah tokoh pendidikan dan masyarakat.
Pembina PPNU Trate, KH Khoirul Anam Risa, menjelaskan bahwa SPPG Hybrid merupakan satu-satunya dapur MBG di Gresik yang mengintegrasikan pengelolaan gizi langsung dari dapur ke kantin sekolah.
“Konsep ini memanfaatkan kantin sekolah sebagai dapur gizi terintegrasi, bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik dan mendapat bimbingan teknis dari Badan Gizi Nasional,” jelas KH. Khoirul Anam.
Program yang digarap dengan total anggaran lebih dari Rp1,3 miliar ini mendapat dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik sebesar Rp800 juta. Dapur gizi ini akan melayani penyediaan makanan bergizi bagi 3.059 murid dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan PPNU Trate, meliputi SDNU 1 Trate, SDNU 2 At-Thohiriyyah, MINU Trate Putra, MINU Trate Putri, MTs NU Trate, dan SMK NU Gresik.
Baca juga: Bupati Fandi Akhmad Yani Tegaskan Belanja Pelayanan Masyarakat Tetap Prioritas

Selain fokus pada penyediaan makanan bergizi, dapur gizi tersebut juga telah memperoleh sertifikat laik higienis dan sanitasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Sertifikasi ini menjadi bukti penerapan standar mutu tinggi dalam pengelolaan pangan di lingkungan sekolah.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, atau yang akrab disapa Gus Yani, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk investasi gizi untuk masa depan anak-anak Gresik.
“Negara sedang berinvestasi dalam gizi anak-anak kita. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan unggul. Kolaborasi seperti SPPG Hybrid ini adalah inovasi nyata di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Gus Yani.
Ia menambahkan, keberadaan dapur MBG di lingkungan sekolah membuat distribusi makanan bergizi lebih efisien, tepat sasaran, serta menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini.
“Jangan hanya memperbanyak sasaran sekolah, tapi tingkatkan kualitas gizi dan karakter siswanya,” pesan Gus Yani.
Dengan hadirnya SPPG Hybrid PPNU Trate, Kabupaten Gresik kini memiliki model dapur gizi sekolah terintegrasi berstandar nasional — langkah penting menuju generasi unggul, sehat, dan berkarakter. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar