KLIKJATIM.Com | Gresik – Sorotan tajam kembali muncul dalam rapat pembahasan realisasi pelaksanaan APBD Gresik tahun 2025 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Gresik, Rabu (8/10/2025). Kali ini, kritik datang dari anggota Banggar, M Rizaldi Syahputra, yang menyoroti masih rendahnya serapan anggaran proyek infrastruktur di tengah besarnya dana kas daerah.
Menurut Rizaldi, berdasarkan laporan dari Timang Pemkab Gresik, persediaan dana di kas daerah per 30 September 2025 mencapai Rp754,2 miliar. Kondisi ini dinilai sangat janggal mengingat sejumlah proyek pembangunan belum berjalan optimal.
“Artinya, likuiditas kita sangat besar dan mampu membiayai proyek-proyek infrastruktur itu. Lalu mengapa serapannya masih rendah?” ujar Rizaldi dengan nada heran.
Baca juga: Serapan Anggaran Infrastruktur di Triwulan III 2025 Rendah, DPRD Gresik Khawatir Proyek MangkrakIa juga menyoroti waktu pelaksanaan APBD 2025 yang tinggal menyisakan tiga bulan. Dengan kondisi tersebut, ia khawatir sisa anggaran yang besar tidak akan terserap hingga akhir tahun dan berpotensi menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
“Dengan sisa waktu yang pendek ini, apa mungkin bisa terserap seluruhnya?” tanyanya.
Politisi muda dari Fraksi Golkar yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Wringinanom–Driyorejo itu bahkan menduga adanya motif politik di balik lambatnya penyerapan anggaran.
“Saya menduga kondisi ini merupakan bagian dari politik anggaran dalam rangka menyiapkan penyusunan R-APBD 2026 nanti. Apalagi, ada pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Rizaldi pun meminta Tim Anggaran Pemkab Gresik untuk menjelaskan lebih rinci terkait penundaan pencairan dana tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi negatif di masyarakat. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar