klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tarif Sewa Stan Dinilai Berat, Pedagang Lokal Mundur dari Pragaan Fair 2025

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Suasana stan Pragaan Fair 2025 di Kecamatan Pragaan, Sumenep, menjelang pagi tiba (M.Hendra.E/KLIKAJTIM.Com)
Suasana stan Pragaan Fair 2025 di Kecamatan Pragaan, Sumenep, menjelang pagi tiba (M.Hendra.E/KLIKAJTIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Penyelenggaraan Pragaan Fair 2025 dan Parade Tong-Tong Serek di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai kritik tajam dari berbagai pihak.

Acara yang seharusnya menjadi ajang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal justru dianggap menimbulkan beban baru, terutama bagi pelaku usaha kecil di daerah setempat.

Salah satu sorotan utama datang dari mahalnya biaya sewa stan yang ditetapkan panitia. Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal bahkan memutuskan mundur dari keikutsertaan karena tidak sanggup menanggung biaya tersebut.

"Pedagang lokal banyak yang mundur karena harga sewa stan terlalu tinggi," ungkap seorang anggota panitia yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (2/8) pagi. Ia menambahkan, sebagian besar peserta stan justru berasal dari luar wilayah Pragaan.

Namun, pernyataan ini berbeda dengan penjelasan Camat Pragaan, Indra Hernawan. Menurutnya, pengelolaan stan melibatkan pihak ketiga yang bekerja sama dengan panitia. Tarif sewa ditetapkan sebesar Rp750.000 per unit. Adapun stan di sisi utara diberlakukan sistem pembayaran sukarela atau “seikhlasnya”.

Meski demikian, seorang pedagang lokal yang menempati stan di sisi utara mengaku tetap dikenai biaya tertentu.

Baca juga: Begini Kronologi Kapal Pengangkut Beras Bantuan Kandas di Dekat Pulau Raas Sumenep
“Saya tetap harus membayar Rp300.000, ditambah Rp10.000 untuk listrik,” keluhnya.

Ia juga menyebut lokasi stan yang ditempatinya jauh dari pusat keramaian, sehingga jumlah pengunjung relatif sepi.

“Pengunjung di sini lebih sedikit dibanding yang di area tengah,” ujarnya.

Upaya konfirmasi kepada Ketua Panitia Pragaan Fair 2025 dan Parade Tong-Tong Serek, Ahmad Fikri, hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp15 juta untuk mendukung pelaksanaan acara.

Sebagai informasi, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Pragaan.

Panitia diketahui menggalang dana dari seluruh desa di wilayah tersebut, masing-masing sebesar Rp1.500.000. Selain itu, kontribusi juga diminta dari instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, perusahaan swasta, dan pelaku usaha lokal, dengan nominal bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp1.000.000. (qom)

Editor :