klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pamit ke Ladang Usai Ashar, Lansia di Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama warga saat melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi ditemukannya seorang lansia yang meninggal dunia di Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. (Foto: doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)
OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama warga saat melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi ditemukannya seorang lansia yang meninggal dunia di Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. (Foto: doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Nasib memilukan menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) di tanah Madura. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia tergeletak di tengah jalan aspal desa di kawasan Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Identitas korban diketahui bernama Sa'om (80), seorang petani tangguh asal Dusun Aeng Nyior, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Kapolsek Bluto, AKP Agus Sugito, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan tak bernyawa, kakek Sa'om sempat berpamitan berangkat menuju lahan pertaniannya sesaat seusai menunaikan ibadah salat Ashar. Korban kala itu berniat mengumpulkan kayu bakar di ladang miliknya.

Dalam perjalanan di atas roda dua, korban sempat berpapasan dengan seorang warga bernama Akwar. Saksi sempat menyapa dan mengajak korban untuk mampir sejenak ke rumahnya. Namun, ajakan hangat tersebut ditolak secara halus lantaran korban mengaku sedang terburu-buru dan memilih tetap melanjutkan perjalanan.

Tergeletak di Samping Sepeda Motor
Selang beberapa saat kemudian, seorang warga lain bernama Mujahriyanto yang tengah sibuk mencari rumput di sekitar lokasi kejadian, terkejut melihat sesosok pria sudah terkapar pasrah di atas jalan beraspal. Di samping tubuh ringkih tersebut, tampak sebuah sepeda motor tergeletak ambruk.

Lantaran tidak mengenali wajah korban dari kejauhan, Mujahriyanto bergegas memanggil warga lain, Sudirman, untuk mendekat dan memastikan kondisi pria tersebut. Setelah dicek dari dekat, barulah diketahui bahwa lansia yang terbujur kaku itu adalah Sa'om.

Temuan mengejutkan ini langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Mapolsek Bluto serta tim medis Puskesmas Bluto. Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area.

Pasca-pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), jenazah korban langsung dievakuasi secara gotong royong oleh petugas dan warga menuju rumah saudara kandungnya, Rusniah. Berdasarkan penuturan pihak keluarga besar, kakek Sa'om selama ini memang mengidap riwayat penyakit asma akut atau gangguan sesak napas yang kerap kambuh.

Pihak kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dari para saksi mata, serta melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan motif di balik kematian korban.

Dari hasil identifikasi luar, tim medis tidak menemukan adanya indikasi bekas kekerasan ataupun unsur tindak pidana pada tubuh korban. Pihak keluarga menyatakan legawa dan menerima insiden maut ini murni sebagai musibah takdir akibat penyakit menahun yang diderita almarhum.

Keluarga juga secara resmi menolak tindakan visum dalam ataupun autopsi lanjut terhadap jenazah, serta telah menandatangani surat pernyataan resmi di atas meterai sebagai lampiran hukum.

"Dari hasil pemeriksaan awal tim medis di lapangan dan diperkuat keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit asma atau sesak napas. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi," pungkas Kapolsek AKP Agus Sugito saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).

Editor :