klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Imbauan WFH, Kualitas Udara Kota Surabaya Membaik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Imbauan pemerintah kepada warga agar mengurangi aktifitas di luar rumah berdampak pada kualitas udara. Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di Kota Surabaya sejak pertengahan Maret hingga April ini menurun. Kondisi ini seiring dengan penurunan emisi gas rumah kaca.

[irp]

Agus Eko Supiadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya di Surabaya mengatakan, sejak ada pengurangan aktifitas di luar rumah dan imbauan work from home (WFH) ditambah pengurangan transportasi, kualitas udara Kota Surabaya membaik. Ini juga ditambah dengan kegiatan belajar dan bekerja dialihkan ke rumah dalam upaya meminimalkan risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

"Penurunan kegiatan perdagangan barang dan jasa serta pengurangan kegiatan warga di luar rumah membuat jumlah kendaraan bermotor yang melaju di jalanan menyusut sehingga indeks standard pencemar udara (ISPU) pun menurun," kata dia.

[irp]

Alat pengukur kualitas udara yang dipasang di kawasan perempatan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya menunjukkan ISPU berada di angka 48 atau dalam kategori baik. Dikatakan, sebelum pemerintah mengalihkan sebagian kegiatan belajar dan bekerja ke rumah, ISPU Kota Surabaya biasanya rata-rata berada di angka 57 atau berada di level sedang.

Seiring dengan penerapan kebijakan belajar dan bekerja di rumah untuk mengendalikan penularan virus, menurut dia, ISPU Kota Surabaya menurun hingga di bawah angka 50. “Udaranya dari pagi sampai sore lebih segar, bebas dari asap kendaraan. Apalagi kalau hujan, lebih sejuk lagi udaranya,” ujar Agus Hariyadi warga Jl Rungkut Menanggal.

Dia berharap wabah segera berakhir dan kesadaran warga untuk ikut mengurangi polusi udara semakin meningkat agar kualitas udara Kota Surabaya tetap baik. (hen)

Editor :