KLIKJATIM.Com | Gresik – Luapan kali lamong tidak hanya menggenangi jalan dan rumah di Wilayah Gresik Selatan tapi juga beberapa sawah terendam banjir hingga mengakibatkan gagal panen.
Seperti di Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng, Gresik. Para petani mengalami kerugian karena gagal panen.
Ketua Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Bulang Kulon Kecamatan Benjeng, M. Sudarman mengatakan, tanam padi yang kedua ini petani dilanda bencana banjir kali lamong. Bahkan, ada beberapa dawah yang masih terendam dan belum surut. Semuanya mengalami kerugian pada proses tanam padi yang kedua ini.
“Angin yang keras serta banjir datang, kebetulan di desa kami sangat berdekatan bahkan berhempitan dengan luapan kali lamong. Tepat selatan kali lamong,” katanya kepada klikjatim.com, Senin (13/4/2020).
[irp]
Para petani belum bisa menaksir total kerugian. Hanya saja luasan lahan sawah yang kena banjir sekitar 30 hektar.
Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk turun cek lokasi lahan pertanian yang gagal panen.
“Bersama kami selaku gapoktan akan mendata, berapa hektar lahan sawah petani yang rugi imbas banjir, sampai hari ini belum ada dinas terkait turun dan cek lokasi,” keluhnya.
Pihaknya juga berharap pemerintah untuk segera turun dan tahu kondisi masyarakat petani bawah. “Karena petani adalah tulang punggung Negara, ketahanan pangan negeri ini tidak akan terwujud jika tidak ada petani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan, pihaknya sudah mendata petani yang gagal panen dan akan diberikan bantuan benih dengan catatan petani yang mengalami kerugian gagal panen tidak mendapatkan asuransi.
[irp]
“Kalau yang ikut asuransi per hektar bayar Rp 36 ribu per musim tanam, nanti dapat ganti rugi Rp 6 juta per hektar, yang tidak ikut asuransi kita data kita mintakan bantuan benih ke Provinsi dari program pemerintah cadangan benih nasional dengan 25 kilo benih padi per hektar,” katanya kepada klikjatim.com. (bro)
Editor : Redaksi