KLIKJATIM.Com | Gresik - Komitmen keberpihakan kepada Nelayan benar-benar serius ditunjukkan oleh Cabup Syahrul Munir. Setelah sebelumnya menyambangi Nelayan di Pulau Mengare, kali ini Syahrul menggelar silaturahmi dengan Pengurus Harian DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Gresik dan Korcam dari Sukorejo (Kebomas) hingga Campurejo (Panceng) di salah satu Rumah Makan pada Rabu 14 Agustus 2024.
Pertemuan ini dimaksimalkan sebagai Sosialisasi Program Gresik Mentas sekaligus Serap Aspirasi terkait Kondisi dan kebutuhan Nelayan di Kabupaten Gresik secara makro.
Dalam kesempatan tersebut, Cabup Syahrul Munir menyampaikan, Nelayan memiliki peran yang sangat luar biasa bagi kontribusi perikanan di Kabupaten Gresik namun pemerintah belum terlalu banyak memperhatikan.
"Keterbatasan kewenangan daerah menjadi PR sendiri bagi pemangku kebijakan. Solusinya ada pada kekuatan sinergi komunikasi kita antar lintas sektor pemangku kebijakan," tutur Syahrul.
Cabup Syahrul Munir mengaku sudah menyiapkan Program Prioritas utamanya untuk Kesejahteraan Nelayan, dan Keluarga Nelayan.
"Kebijakan berupa Jaminan Sosial dan Bantuan Sosial bagi Nelayan. Serta bantuan lain berupa Alat untuk pengembangan pengelolaan (UMKM)," terang Syahrul.
Cabup asal Desa Tangul Rejo tersebut mengharap sinergitas Masyarakat Nelayan bersama pemerintah semakin erat.
"Ke depan kita akan menjadikan HNSI sebagai Mitra Strategis Pemerintah dengan menjadwalkan pertemuan Rutin membahas kebutuhan Nelayan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Gresik Samaun menyampaikan pihaknya menaruh harapan besar bagimana pemerintah memperhatikan masyarakat nelayan.
"Kami berharap perhatian pemerintah seperti pribahasa lebih baik diberikan Kail dari pada dikasih Ikan. Artinya keberpihakan yang berkelanjutan," tutur Samaun.
Baca juga: FKDT dan FGDI Cabang Gresik Diskusi dengan Cabup Syahrul Munir Soal Kesejahteraan Guru MadinDia menjelaskan, salah satu HNSI telah membentuk Pesatuan Ibu-ibu Nelayan (PIN).
"Perkumpulan ini nantinya untuk menjalankan KUB. Dampak positif dibentuknya KUB adalah terjadi stabilitas Harga Ikan hasil tangkapan Nelayan dan KUB dapat menjadi penjaga perekonomian Nelayan ketika musim paceklik," katanya.
Lebih Jauh, dijelaskan keluhan Nelayan yang belum bisa dijalankan oleh pemerintah adalah payung hukum yang memberikan Jaminan rasa aman dan nyaman saat bekerja.
"Bagaimanapun juga resiko keselamatan kerja Nelayan sama seperti pekerja di darat. adanya Kebijakan terkait bantuan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat dibutuhkan," tuturnya.
Huri, salah satu Pengurus DPC HNSI mengaku, Syahrul adalah satu-satunya calon yang melakukan Komunikasi dan Komitmen secara kelembagaan.
"Kita akan Kerja Maksimal. Ketika sampean besok ditakdirkan jadi Bupati, tolong diperjuangkan mas syahrul. Adanya Perda / Perbup yang menaungi kesejahteraan Nelayan," tutur dia.
Masalah - masalah lain yang terangkum dalam serap aspirasi adalah berkenaan dengan pendangkalan sungai akibat banyaknya reklamasi, kebutuhan alat transportasi perahu di Mengare. Support sistem untuk Koperasi HNSI dan Pendangkalan Muara Sungai Bengawan Solo.
Seluruh aspirasi nelayan tersebut dicatat langsung oleh cabup Syahrul Munir dan dijadikan acuan Program Prioritas bagi Nelayan dan akan ditindak lanjuti pada pertemuan selanjutnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar