klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Menengok Buah Kemiri Wonosalam Jombang, Jadi Sumber Penghasilan Warga Lokal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pemprosesan buah kemiri basah menjadi kemiri kering siap jual di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang (Dok)
Pemprosesan buah kemiri basah menjadi kemiri kering siap jual di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Potensi alam di wilayah lereng gunung Anjasmoro yakni Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang selain terkenal dengan durian, juga terdapat buah kemiri yang menjadi sumber penghasilan warga setempat.

Buah kemiri yang mempunyai manfaat untuk minyak serta tambahan bumbu dapur ini diolah menjadi kemiri siap jual oleh warga lokal seperti di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam.

Proses panen juga cukup sederhana, warga tinggal mengambil buah kemiri yang jatuh dari pohon di hutan kemudian diambil, disebut "luruh" oleh warga setempat kemudian dijual kepada pengepul untuk diproses menjadi kemiri kering siap pakai.

”Setiap hari orang orang kesini untuk meyetorkan hasil buruan kemiri di hutan,’’ kata salah satu pengepul buah kemiri, Tria Yunita (40) warga setempat.

Tria mengatakan jika butuh kejelian untuk mengambil buah kemiri yang jatuh ke tanah agar mendapat hasil maksimal, karena setiap 100 biji buah kemiri akan dibeli dengan harga Rp9 ribu.

Baca juga: Balap Liar di Jombang, Polisi Amankan 35 Remaja Disanksi Mengaji
Ia bersama dengan keluarga yang lain mengaku telah menekuni usaha mengolah buah kemiri basah menjadi kemiri siap jual telah bertahun-tahun, terlebih buah kemiri yang hampir sering berbuah terutama di musim panen seperti saat ini.

"Hasilnya lumayan untuk nambah pengahsilan, meskipun membutuhkan waktu untuk diproses jadi kemiri kering, butuh waktu 2 minggu kalau musim hujan seperti ini," ujarnya.

Di musim panen seperti saat ini harga jual kemiri kepada tengkulak cenderung turun, dari harga yang bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram menjadi hanya Rp35 ribu per kilogram, untuk kualitas kemiri agak kurang baik di harga Rp30 ribu per kilogram.

”Sekarang ini bisa dibilang musimnya kemiri, jadi harganya turun ke tengkulak di harga Rp35 ribu per kilogram," pungkasnya.

Untuk diketahui proses kemiri siap jual dimulai dari buah kemiri yang baru jatuh dari pohon, kemudian disortir dan dikeringkan. Setelah itu pemisahan kulit luar dengan buah kemiri menggunakan sistem "penitikan" (bahasa warga setempat) kemudian disortir kembali, memisahkan kemiri yang utuh dan pecah karena mempunyai nilai harga yang berbeda. (qom)

Editor :