klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Bawean Gresik Masih Tidur di Tenda Depan Rumah Setelah 5 Hari Gempa

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kondisi di Lapangan pamandian Air Panas, Desa Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak Bawean, sekitar 50 pengungsi memilih bertahan di tenda meski siang hari (Ist)
Kondisi di Lapangan pamandian Air Panas, Desa Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak Bawean, sekitar 50 pengungsi memilih bertahan di tenda meski siang hari (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Warga Pulau Bawean masih memilih tidur di tenda depan rumah atau tenda darurat usai diguncang gempa 5 hari lalu, Jumat 22 Maret 2024.

Hal ini dilakukan karena getaran gempa-gempa kecil masih dirasakan di Pulau yang hanya memiliki 2 Kecamatan ini.

Seperti halnya warga di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Warga Dusun setempat memilih tidur di pinggir jalan pada malam hari.

Jauhari Riski warga setempat mengatakan, warga masih takut tidur di rumah. Lantaran masih ada gempa susulan. 

“Semua warga tidur di pinggir jalan sejak gempa melanda Bawean. Entah sampai kapan berada disini. Gempa susulan masih terus terjadi,” tuturnya.

Pada saat siang hari, lanjut Riski, warga kembali ke tenda darurat yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat. 

“Kalau siang tidak kembali ke rumah, berlindung di tenda darurat,” jelas pria 30 tahun tersebut.

Baca juga: Gempa Bawean Gresik, SD Negeri Rusak Parah
Usai gempa tersebut, pria berusia 30 tahun itu, menyebut semua aktivitas mata pencaharian warga yang mayoritas nelayan itu, mandek. 

“Semuanya berhenti, karena takut gempa. Tidak ada ada aktivitas, selain mengamankan diri dan barang berharga ke tempat yang aman,” ujarnya. 

Saat ini, tambah dia, bantuan sembako sudah diterima. Namun, dia berharap ada kembali bantuan. Termasuk popok bayi, dan tempat yang aman bagi rumahnya yang tidak layak huni. 

“Termasuk rumah saya terdampak, dan tidak bisa dihuni. Ini juga libur melaut,” imbuhnya.

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, update jumlah kerusakan bangunan Fasum, rumah, dan sekolah di Pulau Bawean sebagai berikut.

Di Kecamatan Sangkapura, ada 2.319 rumah, 86 Tempat Ibadah, 68 Sekolah rusak, 31 Sekolah, 6 Kantor, 1 Rumah Sakit, dan 8 Pondok Pesantren. Kecamatan Tambak, 2.828 rumah, 99 Tempat Ibadah, 57 Sekolah, 12 Kantor, 2 Pasar.

Pengungsi di Kecamatan Sangkapura, 15.357. Kecamatan Tambak 18.732. Korban luka dampak gempa 7 orang. Tiga diantaranya masih dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik, empat lainnya sudah pulang. (qom)

Editor :