KLIKJATIM.Com | Jombang - Pengasuh Ponpes dalam jaringan nasional Aspirasi Para Gus (Asparagus) gelar tasyakuran pemilu damai dan kembali ke khittah, bertempat di Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang Rejoso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur sebagai tuan rumah.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan Gus atau pengasuh Ponpes dari berbagai daerah itu, sebagai langkah persatuan kembali dan ajakan untuk Indonesia damai, usai polarisasi dukungan kontestasi politik Pemilu 2024.
Dalam serangkaian kegiatan itu selain berdoa dan bershalawat, dengan metode guyonan (bercandaan) melepas tawa bersama para Gus ini nyatanya dapat mencairkan suasana yang sebelumnya sempat tegang karena perbedaan pilihan politik.
Salah satu penggerak jaringan Asparagus sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, Zahrul Azhar akrab disapa Gus Hans mengungkapkan terhadap fenomena polarisasi akibat dukungan politik dalam Pemilu 2024 dibutuhkan gerakan akselerasi kembali lagi kepada perdamaian dan persatuan Indonesia.
"Kita ingin menjadi bagian yang bisa mengakselerasi kembalinya situasi Indonesia agar segera fokus kepada pembangunan yang lebih baik lagi, kita sama-sama tidak tahu siapa pemenangnya karena kita serahkan ke KPU," ungkap Gus Hans usai kegiatan tersebut pada Jumat, 23 Februari 2024 malam.
Gus Hans menerangkan jika berkumpulnya Asparagus ini tidak hanya diikuti oleh pendukung salah satu kontestan politik dalam perhelatan Pemilu 2024, namun semua pihak turut hadir baik calon presiden wakil presiden paslon 01 Anis-Muhaimin, paslon 02 Prabowo-Gibran, serta paslon 03 Ganjar-Mahfud yang sepakat untuk terima hasil penetapan dari KPU.
Baca juga: Pengurus PWI Kabupaten Jombang Periode 2024-2027 Dilantik, Dinahkodai Muhammad Mufid Usung Semangat Baru"Sembari itu saya berharap masyarakat kembali ke kehidupan masing-masing, secara sosial berkomunikasi yang selama ini tersekat kita kembali seperti semula," terangnya.
Menurut Gus Hans, inisiatif kembali ke khittah ini diambil Asparagus berkaca pada polarisasi dukungan pemilu sebelumnya di tahun 2019 dan muncul ketegangan yang sama pada pemilu 2024, sehingga upaya-upaya persatuan kembali dibutuhkan.
"Selama ini berkontesatasi berbeda pilihan politik cepat kita cairkan berawal selesainya Pilres tahun kemarin, polarisasi ada dan kita ulangi lagi untuk kembali khittah. Sempat tegang ada beberapa yang muda-muda masih baper tapi yang lainnya "gojlokan" guyonan malam ini cair," tambahnya.
Terkait para Gus yang hadir dalam kegiatan itu, Gus Hans mengatakan ada yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Banten, Cirebon, Banyumas, Salatiga, dan para Gus asal Jawa Timur.
"Untuk anggota kita tidak mendata secara official kita sepakat Aaparagus tidak resmi, adanya Ketua Adhoc untuk kegiatan halal bi halal, tidak ada ketua secara khusu, tidak ada boleh panggung kita harus sama," bebernya.
Terkait kembali ke khittah sendiri, Gus Hans menjelaskan diharapkan kondisi yang terjadi pada malam berkumpulnya para Gus saat itu seperti gojlokan, berkumpul, kembali cair, dan kembali pada tujuan, agar tetap dilestarikan untuk kemaslahatan umat usai kontestasi Pemilu 2024. (qom)
Editor : Diana