Kepulangan 265 pengungsi yang terdiri dari 62 Kepala Keluarga merupakan kepulangan gelimbang ke dua. Mereka diantar menggunakan 4 armada bus menuju pendapa Kabupaten Sampang dengan pengawalan petugas. Para pengungsi itu merupakan warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluruan Kecamatan Karang Penang Sampang Madura.
Dari Desa Karang Gayam terdiri dari 29 kepala keluarga dengan jumlah 135 jiwa sedangkan dari Desa Bluruan terdiri dari 33 kepala keluarga yang meliputi 130 jiwa. Sedangkan sisa 5 kepala keluarga di rusunawa Puspa Agro Jemundo belum bisa dipulangkan karena masih terkendala adminitrasi.
Kepulangan eks pengungsi Syiah tahap kedua ini sebagai perwujudan penyelesaian konflik yang terjadi sekitar 11 tahun lalu.
“Ya, pemulangan tahap pertama juga pernah dilakukan pemerintah Kabupaten Sampang yaitu pada di bulan april 2022 lalu dengan menjemput ratusan eks pengungsi Syiah di rusunawa Jemundo ini,” tegas Bripka Eko Purwanto penanggung jawab pemulangan eks pengungsi Syiah.
Salah satu eks pengungsi Syah, Punandar mengaku sangat rindu kampung halamannya sejak lama karena sudah menetap di rusunawa Puspa Agro Taman sekitar 10 tahun lamannya. Sementara ia berencana pulang ke rumah saudaranya untuk sementara waktu sembari menunggu rumah yang akan dibangun pemerintah.
“Ya pingin pulang, mulai dulu pikiran saya semua ingin pulang dan sekarang dipulangkan,”ujar punandar.
Sementara itu, tokoh eks pengungsi Syiah Tajul Muluk alias Ali Murtadho mengatakan, selama 10 tahun terakhir, para eks pengungsi Syiah bekerja sebagai kuli kelapa hingga usaha mandiri di sekitaran pengungsian. Dalam kurun tersebut, warga Sampang Madura itu telah membaur dengan warga sekitar.
“Kesehariannya ya sebagian ada yang kuli kelapa, jualan sate, pangkas rambut dan sebagian membuka usaha mandiri. Apapun dilakukan untuk menyambung hidup," ucap Tajul Muluk.
Menurutnya, sementara waktu pengungsi yang dipulangkan itu akan tinggal di rumah keluarganya sembari menunggu pembangunan rumah dari pemerintah yang akan dilakukan secara bertahap. Mereka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta per kepala keluarga untuk biaya pembangunan rumah. (yud)
Editor : Satria Nugraha
Tiga Nelayan Jember Hilang Diterjang Ombak, SAR Perluas Pencarian hingga 48 Mil Laut
KLIKJATIM.Com | Jember – Tim SAR gabungan masih mencari tiga nelayan yang hilang setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik dihantam ombak di perairan Pa…
HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberantas peredaran minuman keras miras…
BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan p…
Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa…
Penipuan Berkedok Investasi Rugikan Rp 2,4 Miliar, Polres Kediri Tahan Pelaku
Tiga warga Kabupaten Kediri mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi atau modal kerja. Total kerugian yang mereka laporkan…
Sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Inklusif
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan mudah diakses seluruh masyarakat melalui …