KLIKJATIM.COM | Tulungagung - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) dan Penguatan Modernisasi Beragama di Ruang Praja Mukti Pemkab Tulungagung, pada Rabu (24/08/2022) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Tulungagung, Kapolres Tulungagung dan Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Sekda Pemkab Tulungagung serta anggota FKUB, Sejumlah Kepala Desa yang menjadi sasaran sosialisasi.
Dihadapan tamu undangan, Ketua FKUB Tulungagung, H Effendy Aris mengatakan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada kepala desa ketika menghadapi masalah-masalah yang berkenaan dengan urusan antar umat beragama.
"Kita akan lakukan bertahap, kali ini kepala desa di beberapa kecamatan, nantinya akan kita lanjutkan ke desa-desa lain yang ada di Tulungagung," ujarnya pada Rabu (24/08/2022).
Pihaknya mencontohkan, ketika ada umat agama tertentu mengajukan izin mendirikan tempat ibadah, acap kali karena minimnya pemahaman pendirian tempat ibadah, akhirnya berujung pada gesekan antar umat beragama.
Padahal menurut Effendy, hal-hal seperti ini bisa dihindari dengan komunikasi antara berbagai pihak yang bisa diakomodasi oleh FKUB.
"Yang paling penting itu komunikasi yang baik, antara semua pihak,kalau tidak ada komunikasi, saya yakin akan saling terhenti dan tidak ada solusi," jelasnya.
Effendy mencontohkan pembangunan masjid maupun gereja di Tulungagung yang masih terkendala dengan izin dari lingkungan sekitar, menurutnya hal-hal semacam ini bisa diminimalkan dengan komunikasi intens antar semua pihak.
"Ada beberapa yang masih belum mendapatkan izin, ada masjid dan gereja, kalau yang pembangunan Pura sudah selesai,ijinnya sudah lengkap, tinggal pelaksanaan," terangnya.
Dalam kesempatan itu, FKUB juga meminta semua pihak untuk turut berperan dalam menjaga kondusifitas Kabupaten Tulungagung, mengingat semakin banyaknya potensi-potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, peran FKUB dalam memastikan kerukunan antar umat beragama di Tulungagung sangat penting.
Terlebih tantangan yang dihadapi umat beragama saat ini, Maryoto merinci ada tiga tantangan utama umat beragama saat ini yakni berkembangnya cara pandang beragama yang ekstrim serta mengesampingkan kemanusiaan, kemudian berkembangnya klaim kebenaran subyektif atas agama dan politik yg memicu konflik, serta berkembangnya semangat beragama yang tidak sesuai dengan bingkai NKRI.
"Ini tantangan yang terjadi secara nasional, dan kita punya peran yang sama untuk menghadapi tantangan itu, asalkan kita semua mau bersatu bersama sama," ucapnya.
Dirinya mengakui gesekan soal antar umat beragama di satu wilayah memang kerap terjadi, namun hingga saat ini gesekan yang terjadi bisa dinetralkan oleh semua pihak,termasuk di Kabupaten Tulungagung.
"Alhamdulillah sejauh ini yang terjadi di Tulungagung cukup kondusif, dan bisa kita selesaikan bersama dengan FKUB," pungkasnya. (yud)
Editor : Iman