klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

LPT Unair Tambah Tenaga Kesehatan Bantu Laboratorium

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Universitas Airlangga melalui Lembaga Penyakit Tropis (LPT) akan menambah tenaga kesehatan. Tambahan ini diharapkan bisa membantu menganalisa 1.000 sampel pemeriksaan atau deteksi corona virus.

[irp]

“Kami berencana untuk memberikan support tenaga kesehatan yaitu alat yang bisa menganalisis 1000 sampel. Alat ini tentu dibuat dan dikirim dari luar negeri,” ujar Rektor Unair, Moch Nasih, Senin (23/3/2020).

Dikatakan, alat itu sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan, sehingga pihaknya hanya menerima barang dari Kemenkes. Diharapkan dengan adanya alat tersebut, masalah ini bisa diselesaikan bersama-sama. Saat ini Unair melakukan penanganan dalam 3 hal, yaitu penanganan pasien, pemeriksaan sampel, dan pengembangan vaksin. Keduanya sudah dilakukan sebaik-baiknya.

[irp]"kami akan melanjutkan proses untuk mencari dan menemukan vaksin berbekal virus yang sudah dimiliki. Hal itu tetap dilakukan dengan upaya koordinasi dengan balitbangkes. Rancangan dan penyusunan metode sudah dilakukan sebab ada banyak pendekatan yang bisa kita lakukan. Tentu pihaknya berharap vaksin atau antivirusnya itu dapat diproses. "Jika sudah ketemu, sebelumnya juga harus kita uji coba pada hewan, tikus, dll. Kami optimis untuk bisa mengembangkan produk itu. Mudah-mudahan di waktu yang tidak lama kita bisa cepat menemukannya," katanya

Prof Moh Nasih mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan berbondong-bondong datang ke rumah sakit rujukan nasional. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di 44 rumah sakit rujukan di Jawa Timur. Selain itu, pihaknya akan melayani masyarakat yang memiliki gejala dan indikasi yang kuat terkait virus corona. Misalnya batuk, demam, sakit tenggorokan, sesak napas dan pernah berpergian ke negara terdampak virus corona dan rumah sakit Unair dan beberapa rumah sakit lainnya akan siap melayani.

[irp]

Menurutnya, masyarakat harus rasional menghadapi ini agar semua pihak bisa melakukan tugasnya secara optimal. "Jika ada masyarakat yang mengalami itu bisa kunjungi RS terdekat, insyaallah bisa melayani. Kami membatasi 100 orang setiap harinya dikarenakan kurangnya tenaga medis. Dalam hal ini RSUA tidak hanya menangani pasien corona melainkan juga pasien yang memiliki penyakit lain dengan jumlah yang begitu banyak," terang dia. (rtn/hen)

Editor :