klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Lumajang Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak dari Penyalahgunaan Narkoba

avatar Tsabit Mantovani
  • URL berhasil dicopy
Bupati Indah saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Lumajang
Bupati Indah saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Lumajang

KLIKJATIM.Com | Lumajang  -Bupati Lumajang Indah Amperawati mendorong penguatan peran orang tua dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika mulai dari rumah, karena langkah pemberantasan narkoba tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum semata.

"Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi garda terdepan dalam mencegah penyimpangan narkoba sejak dini," kata Bupati Indah saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Lumajang, Rabu.

Dalam momentum itu, lanjut dia, tingginya jumlah perkara narkotika menjadi pengingat bahwa pendekatan preventif berbasis keluarga harus diperkuat, karena edukasi sejak dini di lingkungan keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan individu terhadap pengaruh negatif. 

Menurutnya, peran orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai, norma, dan kesadaran akan risiko penyalahgunaan narkotika.

Ia menekankan bahwa komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak menjadi pondasi penting. Keterbukaan, kedekatan emosional, serta kehadiran orang tua dalam kehidupan anak dinilai mampu mencegah munculnya celah yang sering dimanfaatkan oleh pengaruh negatif dari luar.

"Pencegahan narkoba harus dimulai dari rumah. Orang tua harus hadir, mengawasi, sekaligus menjadi tempat anak bercerita. Dari situlah benteng pertama dibangun," tuturnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengingatkan bahwa pengawasan bukan berarti pembatasan berlebihan, melainkan pendampingan yang membangun kepercayaan. Dengan pola asuh yang tepat, anak tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil keputusan yang benar.

"Data perkara yang didominasi kasus narkotika memperlihatkan bahwa ancaman tersebut masih nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, lingkungan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba," katanya.

Sementara itu, proses pemusnahan barang bukti tetap menjadi bagian penting dalam penegakan hukum. Namun, di balik langkah represif tersebut, pesan yang ingin ditegaskan adalah pentingnya pencegahan berbasis kesadaran kolektif.

"Pendekatan itu mencerminkan bahwa perang melawan narkotika tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dimulai dari penguatan unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga. Dari rumah yang kuat, lahir generasi yang tangguh," ujarnya.

Pemkab Lumajang tidak hanya bergerak menindak pelanggaran, tetapi juga membangun sistem perlindungan sosial yang dimulai dari keluarga.

Editor :