KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik, tertarik dengan teknologi pengolahan air hujan untuk air minum. Teknologi ini sudah diterapkan oleh Rumania. Sehingga Pemkab Gresik untuk menjajaki kerja sama dengan investor asal Rumania.
Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menerima kunjungan Dubes Republik Indonesia untuk Rumania, Irjen Pol (Purn) Muhammad Amhar Azeth.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gresik, Sabtu, mengatakan kerja sama yang dibidik adalah pengolahan air minum (drinking water) dengan teknologi baru menggunakan modifikasi cuaca (weather modification).
Jika biasanya sumber air minum berasal dari sungai atau mata air, namun Rumania memiliki teknologi air minum yang berasal dari air hujan.
Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani, menyambut antusias peluang kerja sama itu. Bahkan, berencana mengunjungi Rumania dalam waktu dekat untuk melihat langsung produksi selongsong peluru di sana.
Dubes Republik Indonesia untuk Rumania dan Moldova Muhammad Amhar Azeth mengatakan investor asal Rumania bernama Emil Sirbu itu memberikan teknologi pengolahan air minum.
"Teknologi ini nanti akan disurvei sejauh mana volume awan yang bisa dijadikan butiran air sehingga menjadi hujan di daerah sekitar Gresik," kata Amhar.
Menurut analisis investor, Gresik sangat berpotensi karena dekat dengan kawasan laut. "Sehingga, lautnya bisa diolah menjadi butiran hujan yang kira-kira 40 persen daripada awan yang ada," ujar dia.
Selain itu, Emil Sirbu juga melihat potensi pengembangan produksi turunan Freeport (tembaga) sebagai bahan baku selongsong.
Karena secara background, investor asal Rumania ini merupakan produsen peluru dan selongsong peluru legendaris di Eropa Timur.
"Tapi karena faktor satu, sekarang itu tidak menguntungkan lagi, mengimpor atau mengekspor barang jadi karena harga kargo angkutan sudah sangat tinggi, sehingga semua negara-negara yang punya teknologi itu dia berlomba-lomba untuk mendekatkan ke pasar yang ada," ujar Amhar.
Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar. Belum lagi, prospek kebutuhan selongsong peluru di Negara-negara Asia Tenggara sangat menjanjikan. "Apalagi PT Freeport Indonesia telah membangun pabrik smelter di Kawasan Industri JIIPE," kata Amhar.
Ia berharap tahun ini terjalin kesepakatan, karena kunjungan Emil Sirbu ke Gresik merupakan kali pertama.
"Nanti bulan Agustus itu expert-nya beliau akan berkunjung, mungkin untuk melakukan MoU. Insya Allah dalam tahun ini semua kesepakatan itu terlaksana sehingga mungkin 2023 sudah mulai investasi," katanya.
Amhar mengatakan pengusaha asal Rumania sangat tertarik dengan berbagai potensi tersebut. Apalagi Kawasan Surabaya-Gresik merupakan daerah penyangga perdagangan Indonesia Timur. Bahkan ekspor untuk Asia Timur. Seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, bahkan juga ke Amerika melalui Tanjung Perak. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar