klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tidak Bayar Catering Sejak 2020, Dewan Panggil Manajemen PT Rekind

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
DPRD Bojonegoro saat menggelar hearing dengan PT Rekind terkait tunggakan pembayaran catering. (Afif/klikjatim.com)
DPRD Bojonegoro saat menggelar hearing dengan PT Rekind terkait tunggakan pembayaran catering. (Afif/klikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | BOJONEGORO – Kalangan DPRD Bojonegoro akhirnya memanggil manajemen PT Rekayasa Industri (Rekind). Pemanggilan dilakukan DPRD Bojonegoro setelah mendapat aduan dari para pemilik catering. Pasalnya, perusahaan tersebut belum membayar biaya catering sejak 2020 lalu.

"Ada 51 invoice yang merasa belum mendapat pembayaran dari PT Rekind. Bahkan, ada tagihan tahun 2020 yang belum dibayarkan,” kata Sally Atyasasmi selaku anggota DPRD Bojonegoro Rabu (11/5/2022).

Ia mengatakan, para pelaku pengusaha kecil tersebut mengadu bahwa ada beberapa yang belum terbayar. Bahkan ada yang belum terbayar terhitung di tahun 2020 kemarin. "Saya meminta agar PEPC dan PT Rekind memperhatikan rakyat kecil, karena mereka bukan pengusaha nasional dengan modal besar," harap Selly.

Dikatakan, para pemilik catering yang juga belum mendapat respon tersebut sudah berkali-kali mengajukan tagihan namun belum juga terbayar. Mereka ini pengusaha kecil, catering itu tidak bisa berhutang. Karena mereka belanja di pasar dengan mengunakan uang cash.

"Mereka dipasar dengan uang cesh, beli sayur, beli daging, semua cash, kasihan kalau tidak dibayar, saya meminta agar PT Rekind ini tidak meninggalkan masalah setelah semua pekerjaan yang tinggal sedikit lagi selesai," tambahnya.

Sementara itu, Site Manager PT Rekind, Zaenal Arifin mengatakan, ada sekitar 105 vendor, dari semuanya itu belum terbayarkan 7 persen. "Kami akan melakukan pelunasan, dan targetnya bulan Juli mendatang, semua tagihan akan dibayar lunas mengingat progres pekerjaan juga akan selesai,” katanya.

Menurutnya, para vendor sudah melakukan rapat koordinasi perihal pembayaran, dan tagihan semua vendor lokal telah terbayarkan setiap bulan atau dilakukan secara bertahap. "Kami akan melakukan pelunasan, dan target kami bulan Juli ini sudah selesai," pungkasnya. (*/c1/mkr)

Editor :