klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dinkes Surabaya Pantau Pergerakan Mudik, Antisipasi Munculnya Kasus Baru

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Nanik Sukristina

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan pemantauan terhadap aktivitas pergerakan mudik warga pada Lebaran kali ini. Meski angka kasus aktif tinggal 30 orang pada H-2, namun mereka mewaspadai munculnya kasus baru pasca baru.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan antisipasi. Agar nantinya usai Lebaran tidak ada lonjakan kasus lagi.

Meski libur Lebaran, pemkot tetap konsisten melakukan beberapa langkah untuk menurunkan risiko penularan kasus. Khususnya di ruang lingkup keluarga, tempat kerja, tempat belajar dan lingkungan masyarakat.

"Pertama adalah tetap melakukan penerapan prokes new normal di setiap bidang. Seperti keagamaan, pendidikan, industri dan transportasi," kata Kadinkes Surabaya.

Dia mengimbau tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengakses tempat-tempat umum. Selain itu menerapkan surveilans aktif secara berkala, khususnya pada closed population (tempat kerja, sekolah, hotel, mal) setiap bulan.

"Keempat, melaksanakan assessment dan mitigasi untuk tempat-tempat umum, perayaan atau acara yang melibatkan peran Satgas COVID-19. Kelima, tetap mengoptimalkan peran Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo dalam melakukan pengendalian kasus COVID-19 berbasis wilayah," jelasnya.

Keenam, memastikan kesiapan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Surabaya. Ketujuh, menyiapkan ketersediaan APD beserta obat-obatannya di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Surabaya. Kedelapan, menyediakan keterisian tempat tidur di Rumah Sakit lebih dari 65 persen.

"Terakhir, yang kesepuluh, melakukan deteksi dini. Dengan memberikan himbauan kepada warga yang akan atau setelah bepergian dari luar kota, agar melaporkan ke Satgas COVID-19 di masing-masing RT/RW. Serta melakukan swab ke puskesmas sesuai wilayah," tutup Nanik Sukristina. (ris)

Editor :