klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kunjungi ‘Kampung Idiot’ Ponorogo, Ibu-ibu Komunitas Ini Bagikan Sembako Sambil Belajar Batik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Para ibu sedang mencoba membuat batik ciprat di Desa Karangpatihan. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Para ibu sedang mencoba membuat batik ciprat di Desa Karangpatihan. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Momen berbagi pada bulan suci Ramadan terus dilakukan oleh banyak kalangan. Termasuk para ibu yang tergabung dalam Komunitas Bening Indonesia distributor Surabaya.

Mereka tampak memberikan bantuan sembako kepada warga di 'Kampung Idiot' Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. "Di bulan Ramadan ingin berbagi dengan saudara di kampung idiot, Karangpatihan," tutur Koordinator, Manda Rifianto kepada wartawan.

Rasa ingin memberikan rejeki kepada kaum disabilitas ini sebagai bentuk kepeduliannya membantu warga. "Hari ini ada 50 paket (sembako) yang diberikan. Nanti akan ada selanjutnya juga," terang Manda. 

Dia mengaku terkesan dengan warga disabilitas di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong. Walaupun ada warga yang disabilitas, namun mereka tetap bisa produktif. Salah satunya dengan membuat batik ciprat. 

"Saya tadi juga mencoba membuat batik ciprat, seru juga. Sangat worth it melihatnya," papar Manda. 

Kades Karangpatihan, Eko Mulyadi mengatakan pihaknya senang dan bersyukur ada yang peduli dengan warga di desanya. Salah satunya adalah dari tim bening distributor Surabaya.

"Mereka melihat pemberdayaan yang ada di karpat, juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada 50 warga disabilitas," imbuh Eko. 

Eko menuturkan produk unggulan di wilayah setempat memang batik ciprat. Namun selain pemberdayaan batik ciprat, warga disabilitas juga diajari membuat keset, kerajinan, diberi hewan ternak seperti kambing maupun ayam. 

"Ada juga yang kategori berat. Itu langsung kita kasih setiap bulan paket sembako dari Pemdes," pungkas Eko. (nul) 

Editor :