KLIKJATIM.Com | Gresik — Anggota komisi III DPRD Gresik menyebut upaya menaikkan retribusi parkir tepi jalan belum serius dilakukan.
Hal itu disampaikan setelah Tim Anggaran Pemkab melakuakan evaluasi kinerja OPD penghasil di triwulan pertama tahun ini bersama Banggar Dewan.
Anggota komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan, permasalahan laten kebocoran parkir tepi jalan umum masih belum teratasi meski sistem pembayaran non tunai dengan barcode QRIS diterapkan.
"Targetnya masih sangat rendah, dari Rp9 miliar masih Rp454 juta, masih tiga persen," katanya.
Dijelaskan Hamdi, Dishub tak serius dalam memanajemen tarikan retribusi parkir tepi jalan. Hamdi mencontohkan, saat ini sudah terpasang 11 unit alat parkir elektronik di Pasar Kota Gresik (PKG). Namun, peralatan tersebut mubazir larena menganggur. Belum lagi 105 titik parkir tepi jalan lain.
"Pengalaman saya parkir mobil bayar Rp 5 ribu, tidak pernah diberi karcis oleh jukir. Saya kira, target pendapatan parkir di tepi jalan umum tak akan tercapai. Ketika rapat di Komisi III DPRD Gresik, teman teman dari Dishub hanya menjawab seolah siap. Butuh banyak inovasi untuk mengoptimalkan," imbuh dia.
Politisi PKB tersebut juga menilai kebijakan pembayaran parkir non tunai oleh Pemkab Gresik hanya lip service.
"Jadi kayak sensasi saja, faktanya masih banyak yang bayar manual dan tak diberi karcis," tandasnya.
Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana Dishub Gresik Eko Winardi mengakui masih banyak kekurangan dalam penerapan pembayaran non tunai parkir tepi jalan umum. Menurut dia hal itu juga timbul karena warga yang parkir kadang malas bayar dengan non tunai, lebih suka dengan uang tunai.
"Untuk target pendapatan restribusi parkir di tepi jalan umum bulan depan, kita sudah menarget sesuai dengan potensi di lapangan," tuturnya.
Caranya, Dishub akan menerapkan Surat Perintah Tugas (SPT) untuk Jukir dengan tempo satu bulan, dari sebelumnya setahun.
"Dengan begitu kita akan beri teguran kalau tak tercapai. Kalau masih kebocoran tinggi akan kita pecat," tandasnya.
Dalam pantauan di Pasar Kota Gresik memang terlihat masih banyak warga yang membayar retribusi parkir secara tunai. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Usai Isi BBM, Mobil MBG ‘Nyelonong’ Masuk Permukiman
mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Donomulyo, Kabupaten Malang, tampaknya terlalu semangat berbagi…
Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
KLIKJATIM.Com | Jember – Gelombang protes mahasiswa mewarnai lingkungan Universitas Jember (UNEJ). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam…
Sinergi Membangun Daerah: DPRD Lamongan Sampaikan Rekomendasi Strategis Atas LKPJ Bupati 2025
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan secara resmi menyampaikan rekomendasi…
Perpanjangan STNK Kini Tak Wajib KTP Pemilik Lama, Samsat Sampang Ingatkan Balik Nama 2027
KLIKJATIM.Com | Sampang – Korlantas Polri mengeluarkan kebijakan nasional yang memperbolehkan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan tanpa h…
Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mengukuhkan posisinya di jajaran elite…
Nekat Akhiri Hidup, Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Ponpes
KLIKJATIM.Com | Jember – Warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang remaja laki-laki berinisial A…