klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tanamkan Ideologi Negara, Anggota DPR RI Ini Ajak Siswa Melek Politik

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Khilmi saat memaparkan empat pilar berbangsa dan bernegara di hadapan siswa. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)
Khilmi saat memaparkan empat pilar berbangsa dan bernegara di hadapan siswa. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Gerindra, Khilmi mengajak siswa MAN 2 Metatu Gresik melek politik.

Hal itu disampaikan Khilmi pada momen sosialiasi empat pilar berbangsa dan bernegara yang dilakukan anggota DPR RI dapil Gresik-Lamongan itu. "Makanya adik-adik MA ini harus paham betul, konsep Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," papar Khilmi, Selasa (22/3/2022).

Sehingga harapannya ketika mereka menjadi pemimpin, dapat menjalankan pemerintahan yang betul-betul berpihak kepada masyarakat sesuai tujuan berdirinya negara. "Karena kita lihat sekarang banyak kebijakan negara yang sudah keluar dari role model yang dicanangkan para pendiri bangsa," tegasnya.

Dia mencontohkan, kebijakan tata kelola niaga minyak goreng merupakan salah satu contoh melencengnya praktik ekonomi dari Pasal 33 UUD 1945, yakni disebutkan bahwa bumi, air dan udara dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Di mana negara kalah dengan mekanisme pasar, padahal Migor (minyak goreng) itu barang yang harus bisa didapatkan masyarakat. Nah, ini malah dikendalikan segelintir orang yang menguasai jutaan hektar lahan sawit," ungkapnya.

Untuk itu, menurutnya, para generasi muda harus disiapkan dengan memperkokoh ideologi dan pemahaman atas platform kenegaraan. "Agar bila jadi Bupati, Gubernur, Menteri bisa berpegang pada empat pilar ini," tandasnya.

Salah satu siswa MAN 2 Metatu, Amir mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya memahami dunia politik dan kebijakan publik.

"Karena ternyata semua hal adalah kehidupan seperti harga beras, SPP sekolah dan lainnya itu dipengaruhi oleh keputusan-keputusan politik," tutur siswa kelas XI jurusan IPA ini. (nul)

Editor :