KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills pabrik Surabaya menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran bagi warga RT 06 RW 08 Perumahan Griya Permata, Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
Kepala Seksi Security dan Fire Brigade Bogasari Surabaya, Edi Suprapto, mengatakan kemampuan masyarakat melakukan pemadaman awal sangat penting karena api dapat membesar dalam waktu singkat dan menimbulkan dampak luas.
“Pemadaman awal harus bisa dilakukan secara mandiri sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/4/2026).
Menurut Edi, pelatihan ini merupakan yang pertama kali digelar Bogasari di lingkungan permukiman warga sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat. Terlebih, sebagian penghuni perumahan tersebut merupakan keluarga karyawan Bogasari, baik yang masih aktif maupun pensiunan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program corporate social responsibility (CSR) Bogasari, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan solidaritas kemanusiaan melalui transfer keahlian penanggulangan kebakaran.
Sebanyak 40 warga mengikuti pelatihan yang terdiri dari bapak-bapak, pemuda, serta ibu-ibu dari beberapa RW di Perumahan Griya Permata.
Sebelum praktik lapangan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teori mengenai jenis-jenis api, tingkat risiko kebakaran, serta cara memadamkan api dengan aman dan tepat.
Dalam sesi praktik, Bogasari menyiapkan 12 karung goni basah dan 20 tabung alat pemadam api ringan (APAR). Peserta dilatih langsung oleh tiga anggota Security dan Fire Brigade Bogasari dengan simulasi pemadaman api pada dua jenis drum.
“Tidak semua perumahan memiliki APAR, dan tidak semua warga terbiasa menggunakannya. Karena itu masyarakat juga dilatih menggunakan karung goni basah yang praktis, efektif, dan aman,” jelas Edi.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Binno Mariano, yang hadir langsung di lokasi turut mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar latihan teknis, tetapi menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan bencana.
“Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh. Sinergi antara warga dan perusahaan menunjukkan bahwa ketangguhan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Partisipasi dunia usaha sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas warga,” kata Binno Mariano.
Editor : Abdul Aziz Qomar