klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Harga Pertalite Rp 11 Ribu Perliter, Warga Bawean Menjerit

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga Bawean sedang antri membeli Pertalite di salah satu Pom Mini atau pengecer Bawean (Ansor Bawean For klikjatim.com)
Warga Bawean sedang antri membeli Pertalite di salah satu Pom Mini atau pengecer Bawean (Ansor Bawean For klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Terhitung seminggu akhir ini, warga di Pulau Bawean mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Dengan kelangkaan ini banyak pengecer dan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) menaikkan harga. Karena ada salah satu APMS yang terlambat melakukan distributor pengiriman minyak jenis pertalite itu.

[irp]

Salah satu tokoh pemuda bawean Dari Nazar Direktur Bawean sangat menyayangkan terhadap kebijakan pertamina di masa pandemi covid 19 masih belum reda. Masyarakat bawean dibiarkan berteriak dengan mahalnya harga bahan bakar sepeda motor berupa pertalite.

“Pemicu mahalnya bahan bakar tersebut berdasarkan temuan semenjak APMS 56.611.02 sudah tidak menerima pasokan BBM dari pertamina maka harga pertalite secara sepihak naik menjadi Rp. 1.650.000 per drum. Dari harga pertalite yang sebelumnya Rp. 1.450.000 per drum dengan harga ecer Rp. 8000 per liter. Kini, harga eceran menjadi Rp. 9500 -10.000 per liternya,” ungkapnya, Minggu (5/12/2021).

Dikatakan, sebelumnya ada tiga AMPS yang mendapatkan pasokan Pertamina. Diantaranya APMS 56.611.01, 56.611.39, dan 56.611.02 yang ada di bawean.

Nah, saat akhir minggu ini APMS 56.611.02 tidak lagi mendapatkan jatah Pertamina sehingga harga pertalite naik drastis per drumnya sehingga harga eceran menjadi Rp. 9500 -10.000 per liternya.

“Ada apa ini apakah ini permainan para penerima jatah pertamina atau kebijakan pertamina atau kongkalikong bersama,” tandas pria yang juga aktivis Lsm Bawean Corruption Watch (BCW) itu.

Menurut Dari Nazar, kenaikan harga yang dilakukan oleh APMS 56.611.01 dan SPBU Kompak 56.611.39 merupakan hal yang tidak patut disaat masa pandemi ini bahkan ini pelanggaran sebab pemerintah secara resmi belum menaikkan harga.

“Akibat kenaikan harga dilapangan warga bawean banyak mengeluh dibanding harga sebelumnya,” geramnya.

Dari juga sempat menemui salah satu anggota APMS 56.611.02. Pihak APMS 56.611.02 juga mengaku heran pada pertamina beberapa bulan ini tidak mendapatkan pasokan padahal selama ini pihaknya paling komitmen dengan sesama relasi dan sih agen.

“Jangankan pada pertamina sesama relasi atau sub sub agenpun pihak APMS 56.611.02 tidak pernah ninggalin hutang sekecil apapun tetapi sekarang malah sebaliknya pihak APMS 56.611.01 dan SPBU Kompak 56.611.39 yang mendaatkan jatah dari Pertamina seolah olah bersenergi untuk menaikkan harga yang diduga melanggar aturan dari Pertamina atau pemerintah itu sendiri,” herannya.

Ditambahkan Dari, jika pertamina membiarkan keterbatasan pasokan BBM di bawean sama halnya Pertamina melakukan kebijakan yang patut dipertanyakan sebab membiarkan rintihan masyatakat bawean terhadap kebutuhan BBM termasuk solar di Bawean. Saat ini harga solar di Bawean sampai mencapai 1.750.000 - 1.800.000 per drumnya.

“Ini rakyat dicekik, sampai pada pengecer, rakyat membeli mencapai Rp 9 ribu sampai Rp 11 ribu per liter. Kasihan juga para pelaut dan nelayan dengan kritisnya solar di Bawean,” bebernya.

“Masyarakat bawean punya hak yang sama menikmati BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku bukan dengan cara mencekal salah satu kegiatan APMS di bawean yang ikut memperjuangkan hak hak masyarakat untuk menikmati bahan bakar berupa pertalite dan sejenisnya,” tambahnya.

Dari berharap pihak pertamina bisa bersikap adil pada APMS 56.611.02 untuk mendapatkan hak yang sama melakukan kegiatan bongkar muat BBM yang dibutuhkan warga bawean sesuai ketentuan hukum yang ada dan dapat menurunkan harga jual dilapangan sebagaimana mestinya.

Syafi'e, ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bawean juga menanggapi terkait kelangkaan BBM di Bawean, masyarakat mesti selalu termakan isu kalau BBM akan langkah, sehingga masyarakat membeli bensin yang banyak untuk persiapan jika nanti benar terjadi kelangkaan BBM di Bawean.

“Yang disayangkan ini juga bagi para penjual bensin, yang ikutan menyembunyikan bensin walaupun sebenarnya stok masih ada. Ya mungkin perhitungannya siapa tau dengan BBM yang langkah nantinya bisa dijual dengan harga yang lebih mahal,” ungkapnya.

Ketua Ansor ini juga berharap, agar Forkopimcam ini melakukan kontrol ke lapangan khusunya kepada para penjual bensin agar tidak melakukan penimbunan. “Dan harapannya kepada para penjual bensin agar tetap dijual, dan tetap dengan harga normal. Dan kalau stok memang sudah habis ya sudah,” ujarnya. (bro)

Editor :