KLIKJATIM.Com l Surabaya - Nasib sial menimpa salah satu siswa SMK Swasta di Surabaya. Haknya menerima pendidikan 12 tahun seakan putus lantaran telat membayar uang ujian.
Anak tersebut bernama Nuril. Siswa kelas 12 di SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya Jalan Rangkah, Tambaksari Surabaya ini terpaksa tidak bisa mengikuti ujian sekolah bersama teman-temannya lantaran telat membayar uang ujian.
[irp]
Wali murid Nuril, Lusiyana (46) mengatakan, dirinya mengaku kaget saat mendapat kabar dari putranya tentang hal tersebut. Jika putranya terpaksa tidak bisa mengikuti ujian tulis lantaran belum bisa melunasi pembayaran ujian senilai Rp 2.450.000 ke pihak sekolah.
"Anakku bilang 'ma aku nggak bisa ikut ujian, ujian tulis. Aku cuma bisa ikut (ujian) praktik aja. Begitu katanya," ungkap Lusiyana kepada Klikjatim di Surabaya, Rabu (12/2/2020)
Selain putranya, Lusiyana juga mengungkapkan, terdapat beberapa siswa lagi yang bernasib sama dengan alasan yang sama, yakni telat membayar uang ujian.
"Ada sekitar 4 anak mas. Jenes, Aria, Andini dan Nuril, (yang) Nuril ini anakku, (semuanya) kelas 12," bebernya.
Wanita yang kini tinggal di Sidotopo Surabaya tersebut menjelaskan, keterlambatan pembayaran tersebut sebelumnya belum pernah terjadi. "Jadi biasanya itu Om nya yang bayar kan anakku itu dibantu sama Om nya," terangnya.
[irp]
Sementara itu, Sekertaris Dispendik Jatim Ramliyanto mengatakan, era Gubernur Jatim Khofifah saat ini semua siswa di jajaran SMA/SMK telah menjadi prioritas sebagai penerima program sekolah Tis-Tas (Gratis Berkualitas).
"Mestinya hal seperti itu tidak bisa, karena kita tahu sendiri, baik sekolah Negeri maupun swasta saat semua siswa layak mendapatkan pendidikan yang sama," tegasnya saat dikonfirmasi Klikjatim.
Wali Kelas dari Nuril, Wuri saat dikonfirmasi Klikjatim membenarkan, Nuril telah telat melakukan pembayaran. "Iya mas, memang deadline pembayarannya itu di awal februari kemarin, karena tanggal 10 kita sudah mulai ujian," katanya.
Wuri juga menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah mensosialisasikan pembayaran tersebut jauh-jauh hari, terhitung dari dari November 2019.
"Pemberitahuan sudah lama kok mas, kita sosialisasi kira-kira November, Desember, Januari, Februari sudah bisa lunas," pungkasnya. (nk/bro)
Editor : Redaksi
Hari Bumi, Fraksi PKB DPRD Gresik Gelar Diskusi Cari Solusi Darurat Sampah dan Ancaman Mikroplastik
KLIKJATIM.Com | Gresik – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Gresik menggelar diskusi publik mengangkat tema "Taubat Ekologi: Implementasi & T…
Mobil Listrik Terbakar Mendadak Saat Melaju di Jalan Mayjen Sungkono Kebomas Gresik, Diduga Dipicu Overheat
KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebuah mobil listrik terbakar di Jalan Mayjen Sungkono Blok B/4, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (…
Rayakan Hari Kartini, MPM Honda Jatim Ajak Perempuan Malang Jadi Pelopor Keselamatan Melalui Edukasi #Cari_Aman
KLIKJATIM.Com | Malang – Sosok perempuan masa kini tidak hanya dituntut mandiri dalam mobilitas sehari-hari, tetapi juga harus menjadi teladan dalam…
Semangat Hari Kartini: PLN Salurkan Teknologi AI dan IoMT untuk Deteksi Dini Risiko Kehamilan di Garut
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Memperingati Hari Kartini tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat…
Drone Masuk Sawah! Teknologi Pertanian Presisi Uji Coba Pupuk Cair di Lahan 50 Hektare Bojonegoro
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro mulai memasuki era digital. Langkah ini ditandai dengan uji coba teknologi drone sprayer…
Verval Data Kemiskinan Desil 1 di Jember: Ambisi Akurasi yang Berujung Pro-Kontra
KLIKJATIM.Com | Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)…