klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Semangat Hari Kartini: PLN Salurkan Teknologi AI dan IoMT untuk Deteksi Dini Risiko Kehamilan di Garut

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil menggunakan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI).
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil menggunakan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI).

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Memperingati Hari Kartini tahun 2026, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI). Bantuan ini diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai langkah nyata menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

Langkah strategis ini selaras dengan target ambisius Pemerintah RI dalam menurunkan AKI secara agresif. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan pemerintah menargetkan penurunan AKI hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan.

“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Jakarta, Selasa (21/4).

Preeklamsia dan eklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu yang berkontribusi sekitar 25�ri total kasus. Melalui teknologi AI, deteksi risiko diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar, menyambut baik dukungan teknologi dari PLN yang akan dialokasikan ke Puskesmas Cikelet. Lokasi ini dipilih mengingat pentingnya penguatan layanan kesehatan di wilayah dengan akses terbatas.

"Alat ini akan kami gunakan baik di puskesmas itu sendiri maupun untuk mobile kunjungan dari rumah ke rumah. Mudah-mudahan ini menjadi support peningkatan optimisasi pelayanan screening preeklamsia di Kabupaten Garut," jelas Agus.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk hadir lebih dari sekadar penyedia listrik. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat.

"Kami hadir mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi," tutur Darmawan secara terpisah.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN Electricity Services sekaligus Wakil Ketua Umum Srikandi PLN, Susiana Mutia, menambahkan bahwa program ini memiliki keterkaitan historis yang mendalam dengan momentum Hari Kartini. Mengingat RA Kartini wafat pasca-melahirkan yang diduga akibat preeklamsia, inisiatif ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus perlindungan bagi perempuan masa kini.

“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan. Deteksi dini diharapkan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Susiana.

Melalui sinergi ini, PLN turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor :