KLIKJATIM.Com | Gresik— Pembangunan smelter PT. Freeport Indonesia (PTFI) digadang-gadang akan menyerap 40 ribu tenaga kerja, dan berdampak pada ekonomi Kabupaten Gresik.
[irp]
Namun demikian, pembangunan proyek smelter yang diklaim terbesar di dunia itu menyimpan potensi kerugian kalau dihitung-hitung dengan kalkulator bisnis.
"Sebenarnya pembangunan industri pemurnian (Smelter, Red) di Kawasan JIIPE Gresik dalah proyek rugi," kata Vice President Corporate Communication PTFI, Riza Pratama kepada wartawan di Hotel Aston Gresik, Jumat (26/11/2021).
Dikatakan, untuk mendukung industri pengolahan konsentrat tambang, maka dibutuhkan industri hilir yang menyerap hasil olahan Smelter Freeport.
"Harus ada industri hilir yang menggunakan bahan baku tembaga seperti industri otomotif, industri elektronik, kabel, pabrik AC, konstruksi instalasi listrik, kendaraan listrik di JIIPE atau di tempat lain di Indonesia, agar hasil olahan seperti tembaga dan katoda tembaga tidak diekspor," urai Reza dalam diskusi bareng Wartawan Gresik, Jumat (26/11/2021).
Sebelumnya, pada medio 2019-2020, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, PTFI tidak perlu membangun smelter, pasalnya jika dihitung berdasarkan tempo kontrak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan modal yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut akan merugi.
Tony menjabarkan, pabrik smelter Freeport akan mendapatkan pemasukan dari Treatment Charge and Refining Charge (TCRC). Saat itu, kata Tony harga TCRC yang hampir berlaku di seluruh dunia berkisar di angka 20 cent - 24 cent dollar AS per ton tembaga, yang nilainya itu tidak berubah dalam 20 tahun terakhir.
Padahal dengan proyek smelter tembaga yang membutuhkan investasi US$ 3 miliar (setara 42 triliun rupiah), Tony menghitung bahwa nilai TCRC agar layak secara keekonomian harus mencapai level 60 cent dollar AS per ton.
"Sedangkan kalau kita smelt di tempat lain, kan 20 cent dollar AS cukup. jadi akan ada selisih US$ 40 cent yang harus menjadi beban PTFI," beber Tony sebagaimana dikutip Kontan pada 04 September 2020.
Bila dikalkulasi, selisih tersebut bisa mencapai 300 juta dollar AS per tahun. Menghitung masa izin PTFI selama 20 tahun ke depan, maka secara kumulatif selisih itu akan menjadi sekitar 6 miliar dollar AS.
"Ditambah dengan pembangunan sebesar US$ 3 miliar, kira-kira 10 miliar, dollar AS," sambungnya.
Selain itu, smelter tembaga yang sudah beroperasi saat ini hasilnya masih banyak diekspor ke luar negeri. Karena penyerapan katoda tembaga di dalam negeri tidak maksimal, sebab industri elektronik tidak berkembang pesat di dalam negeri.
"Bila katoda tembaga masih harus diekspor, maka ada lagi biaya pengiriman yang harus ditanggung. Jadi margin bisnis smelter bisa makin tipis," beber Tony.
Contohnya, lanjut Tony, PT Smelting yang juga mengolah konsentrat dari PTFI, saat ini mengekspor 60% katoda tembaga yang dihasilkan, dan hanya 40% yang diserap ke dalam negeri.
"Nilai tambah dari pengolahan bijih ke konsentrat mencapai 95%. Sementara itu, pengolahan dari konsentrat menjadi katoda tembaga yang dilakukan di smelter nilai tambahnya mini, yakni hanya 5%," imbuh Tony.
Perlu diketahui, pembangunan proyek Smelter ini menelan biaya Rp 42 triliun rupiah, dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Produk hasil smelter ini mencakup 480.000 logam tembaga dan 600.000 ton katoda tembaga.
Estimasi pendapatan tembaga dari smelter Gresik mencapai Rp76 triliun dua kali lipat dari nilai investasi sebesar 3,5 miliar dollar AS setara Rp42 triliun. Hal ini dituturkan Menteri BUMN Erick Thohir saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada kegiatan Groundbreaking pabrik Smelter Freeport di Gresik.
"Selain tembaga dan turunannya, smelter ini juga akan memurnikan emas. Smelter Freeport diperkirakan akan menghasilkan 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya mencapai Rp30 triliun," pungkas dia. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Gresik Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya, Pemkab Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Merata
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Madya pada ajang U…
Natal Bersama BAMAG Gresik Teguhkan Harmoni Lintas Iman untuk Pembangunan Daerah
KLIKJATIM.Com | Gresik – Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Gresik menggelar perayaan Natal bersama di Graha Kartini Ballroom, Senin (…
Raih UHC Utama Nasional, Pemkab Sampang Pastikan Akses Kesehatan Gratis bagi Warga
KLIKJATIM.Com | Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang berhasil meraih peringkat utama Universal Health Coverage (UHC) Award tingkat nasional yang diserahkan d…
Sengketa Batas Tanah di Jember Berujung Maut, Polisi Tegaskan Bukan Carok
KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tewas setelah menjadi korban pembacokan pada Minggu pagi, 26 Januari 2…
Atap Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang, Remaja Putri di Jember Alami Luka Ringan
KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang remaja putri bernama Putri Ramadhani (19), warga RT 004/RW 002 Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten …
BPK Sebut Desain dan Kebijakan Lahan Pertanian LP2B Pemprov Jatim Belum Optimal
KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu …