KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Usai menerima laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji berinisial KZ asal kecamatan Boyolangu Tulungagung pada 22 Oktober 2021 yang lalu, Polisi langsung melakukan pendalaman atas laporan tersebut.
[irp]Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Christian Kosasih melalui Kanit UPPA Polres Tulungagung, Iptu Retno Puji mengatakan hingga saat ini pihaknya telah meminta keterangan 9 orang saksi untuk mengungkap kasus ini.
"Sudah ada 9 saksi yang kita mintai keterangan, dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,"ujarnya pada Selasa (16/11).
9 orang saksi tersebut terdiri dari 1 orang saksi korban, 1 orang saksi terlapor, kemudian 7 orang saksi lainnya adalah teman teman saksi korban yang masih anak anak dan sisanya adalah saksi lain yang ada kaitannya dengan kejadian ini.
Pihaknya memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, belum ada gelar perkara untuk memastikan kelanjutan laporan ini.
Retno menyebut, sejauh ini saksi terlapor cukup kooperatif dan bersedia mengikuti prosedur yang ditetapkan pihak kepolisian untuk mempermudah proses pemeriksaan.
"Terlapor cukup kooperatif dan kita kenakan wajib lapor selama proses pemeriksaan ini,"ucapnya.
Sejauh ini menurut Retno masih belum ada kesesuaian pengakuan antara saksi pelapor dan saksi terlapor, saksi pelapor tetap pada pengakuanya yang merasa dilecehkan oleh terlapor sedangkan saksi terlapor membantah melecehkan mantan murid ngaji tersebut.
Selama ini menurut terlapor yang dilakukan saat memegang bagian tubuh muridnya ketika praktek gerakan sholat adalah untuk membenarkan gerakan sholat muridnya yang menurutnya kurang tepat.
"Terlapor itu membantah disebut memegangi bagian tertentu pelapor, dia melakukan itu karena untuk membetulkan gerakan solat," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan korban ini sempat menyita perhatian publik, pasalnya dalam laporan tersebut, KZ dilaporkan melakukan serangkaian dugaan pelecehan seksual.
Seperti memegang paha hingga kemaluan santriwatinya saat memberikan pelajaran, hingga memegangi pantat santriwatinya saat praktek gerakan sholat. (rtn)
Editor : Iman
Rayakan HUT ke-81 RI, BKMS Gelar Tenant Independence Games hingga Fun Walk
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) bersama para tenant di kawasan Java Integrated Industrial and Por…
BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
KLIKJATIM.Com | Gresik – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami bahwa tidak seluruh jenis pelayanan kesehatan masuk dalam cakupan pembiayaan B…
PT Smelting Bidik 30.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Gresik
PT Smelting mengawali Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dengan menanam 10.000 mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa T…
Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pengawasan bersama, kepatuhan terhadap perizinan, hingga kewajiban reklamasi dinilai menjadi sejumlah langkah penting untuk menjaga k…
Beasiswa Pelajar Tangguh PT Smelting Cetak 52 Pelajar Berprestasi di Gresik
PT Smelting terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan yang berkelanjutan. Salah satu ini…
SAGITA, Strategi PT Smelting Berantas Stunting di Gresik
PT Smelting memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik melalui Program Sahabat Gizi Kita (SAGITA).…