KLIKJATIM.Com | Gresik — Tampak cerah cuaca hari ini, Senin (8/11/2021) di Dusun /Desa Cermen Kedamean. Para warga lalu lalang keluar masuk rumah. Memindahkan barang yang tersisa di rumah mulai perabotan masak, kasur, hingga padi yang masih bisa diselamatkan dari genangan air.
[irp]
Kini, air sudah mulai surut. Dari kedalaman 1 meter sudah tinggal 500 cm, bahkan sudah ada sedalam ukuran mata kaki. Rining (58) warga setempat tampak keluar dari tempat pengungsiannya. Mulai pagi ia melakukan aktivitas rumah tangga.
“Terpal sama alas tidur seadanya semua mas,” ucapnya sambil menjemur pakaian di depan tenda.
Tenda yang dibuat sendiri ala kadarnya itu ia gunakan untuk seluruh keluarganya. Ada anak, menantu, dan suaminya. Bahkan tumpukan paving pun jadi tempat tidur mereka.
“Ya sesekan semua mas, terpal sudah bolong, kasur tidur hanya satu itu buat anak sama saya, lainnya dibawah semua mas,” rintihnya.
Banjir yang sejak Sabtu kemarin, (6/11/2021) sekitar pukul 03.00 dinihari sangat memprihatinkan setelah sekitar 15 tahun kejadian terulang kembali.
“15 tahun silam ngungsi di tenda 3 bulan, semoga hari ini tidak seperti itu lagi,” ucapnya.
Warga lainnya Sri Wahyuni (31) mengaku demikian, dirinya sampai saat ini masih belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
“Kemarin saja ada Bu Menteri dapat bantuan kalau dari Bupati belum,” katanya.
Semua perabotan dan alat untuk mendirikan tenda semuanya dari warga sendiri. Tidak ada bantuan.
“Dari pagi belum ada pembagian nasi,” ujarnya.
Diakuinya, ada sebagian warga yang biasanya terjangkit penyakit gatal-gatal, flu, dan demam saat banjir melanda ini.
“Gak ada perabotan dapur, semuanya tergenang air,” keluhnya.
Informasi yang dihimpun, di Desa Cermen juga ada 9 tanggul jebol. Sehingga air sangat mudah mengaliri ke pemukiman warga.
Kepala Desa Cermen Moh. Suhadi mengatakan, saat ini sudah disiapkan bantuan untuk empat Dusun yang terdampak.
“Nanti Kasun yang akan bagikan bantuan sembako. Untuk dapur umum ada di Gluranploso Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik,” katanya.
Desa juga menyiapkan beberapa alat bantu untuk pengungsian warga. Dan beberapa bantuan juga datang ke Pemerintah Desa.
“Yang penting warga ku sudah makan,” singkatnya.
Sebelumnya, di Desa Cermen empat dusun terdampak banjir ke beberapa ratusan pemukiman, sawah, dan Fasum. (bro)
Editor : Redaksi