KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Usai dilantik pada Selasa (02/11/2021) sore tadi di Gedung Grahadi Surabaya, Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu langsung dihadapkan pada masalah pengentasan kemiskinan esktreem di Tulungagung.
[irp]
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur,Kofifah Indar Parawansa di hadapan tamu undangan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut.
Kofifah mengatakan, tahun 2022 mendatang Kabupaten Tulungagung bakal menjadi salah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang masuk dalam program nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstreem.
"Ada 30 kabupaten /kota di Jawa Timur yang masuk dalam program ini, salah satunya Tulungagung," ucapnya.
Pihaknya menyebut, dalam program ini, Wakil Presiden Maaruf Amin akan menjadi pucuk pimpinan program secara nasional, kemudian di level provinsi akan di komandani oleh Wakil Gubernur dan di level kabupaten akan dikomandani oleh Wakil Bupati atau Walikota.
"Ini program kerja tahun 2022 yang sebentar lagi sudah kita temui, mungkin ini belum banyak dibahas namun sudah menjadi program nasional,"ungkapnya.
Pihaknya mengakui, program pengentasan kemiskinan ekstreem ini masih sangat jarang dibahas namun telah menjadi program nasional yang dilaksanakan tahun 2022 mendatang.
Menurutnya,terminologi kemiskinan ekstreem adalah warga yang pengeluarannya setiap hari tak lebih dari 1,9 USDOllar.
"Terminologinya mereka yang masuk kategori ini adalah mereka yang pengeluarannya dibawah 1,9 USDollar perhari," tuturnya.
Disinggung strategi yang disiapkan untuk melaksanakan program tersebut, Wabup Gatut Sunu mengaku masih beradaptasi dan berkoordinasi dengan Bupati Tulungagung.
"Nanti dibahas dengan pak Bupati," tuturnya. (rtn)
Editor : Iman