KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Rencana pendapatan Kabupaten Tulungagung dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2022, diproyeksikan mencapai sebesar Rp2,5 Triliun. Dibandingkan tahun 2021 senilai Rp2,3 Triliun, maka terlihat ada peningkatan sekitar Rp200 Miliar.
[irp]
Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung dengan agenda penyampaian Ranperda Tentang APBD tahun anggaran 2022 oleh Bupati Maryoto, Rabu (27/10/2021) lalu. Katanya, pendapatan daerah dalam rancangan APBD tahun depan mengalami kenaikan sebesar 4,9% dibandingkan tahun 2021.
Kenaikan tersebut bersumber dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). "Kenaikan kita dari DAK, DBH dan juga penerimaan lain di tahun 2022," ujar Maryoto.
Dengan rincian pendapatan sebesar Rp 2.513.324.162.627,00 dan belanja mencapai Rp 2.613.449.592.939,00. Sehingga defisit mencapai Rp 100.125.430.312,00.
Sedangkan untuk pembiayaan, yaitu penerimaan pembiayaan mencapai Rp 117.000.000.000,00 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 16.874.569.688,00. Untuk pembiayaan netto sebesar Rp 100.125.430.312,00 dan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan sebesar Rp 0,00.
"Pendapatan kita tahun 2022 prediksinya mencapai Rp2,5 Trilliun. Meningkat, jika dibanding tahun sebelumnya," ucap Maryoto.
Peningkatan selain bersumber dari DAK, DBH, dan PAD juga didorong dengan pemasukan dari PBB-P2 Kabupaten Tulungagung. "Ya ada dari PBB-P2 juga, retribusi juga ada kenaikan," jelasnya.
Selanjutnya, Maryoto juga menyebutkan bahwa penanganan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 masih menjadi hal utama yang harus dilakukan di tahun 2022 mendatang. Karena saat ini pandemi belum selesai, walaupun capaian vaksinasi meningkat dan penambahan kasus terkonfirmasi pun mengalami penurunan. (nul)
Editor : Iman