klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Satu Guru SMA Terkonfirmasi Covid-19, Satgas Tulungagung Tegaskan Tak Ada Klaster Sekolah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Satgas Covid - 19 Tulungagung mengakui salah satu terkonfirmasi yang dirilis pada Kamis (07/10) kemarin adalah guru SMA Negeri di Tulungagung.

[irp]

Juru Bicara Satgas Covid - 19 Tulungagung, Kasil Rohmat mengatakan, saat ini guru berinisial MJ tersebut mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Tulungagung untuk memulihkan keadaanya.

"Sudah kita tangani dan yang bersangkutan sudah ada di RSDC terdekat dengan rumahnya,"ujar Kasil.

Kasil mengungkapkan, beberpa hari yang lalu MJ menghubungi Satgas Covid - 19 Tulungagung untuk menanyakan kondisi kesehatan yang dialaminya, kemudian pihaknya merespon dengan menjemput yang bersangkutan dari rumahnya untuk dibawa ke RSDC.

Sesuai dengan prosedur yang ada, kemudian dilakukan rapid antigen kepada MJ, hasilnya positif dan dilanjutkan dengan tes PCR, hasilnya pun juga positif.

Tracing langsung dilakukan dengan memeriksa kontak erat MJ selama beberapa hari terakhir, Kasil menjelaskan, karena yang bersangkutan selama ini belum pernah masuk ke sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT),maka tracing dilakukan di lingkungan rumah MJ.

"Jadi yang bersangkutan ini komorbit diabetes dan mengalami gangguan penglihatan jadi selama ini ya hanya mengajar daring saja dari rumah, belum pernah mengikuti PTMT," lanjutnya.

Pihaknya memastikan tidak akan melakukan tracing di lingkungan sekolah, sebab selama ini kontak erat MJ hanya di lingkungan keluarganya saja.

Sementara itu,Kepala Cabang DInas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung - Trenggalek,Solikin memastikan pembelajaran tidak akan terganggung dengan adanya temuan ini.

Pihaknya membantah akan menghentikan PTMT di tingkat SMA - SMK sederajat di Tulungagung.

Sebab menurutnya kasus MJ sudah ditangani Satgas Covid - 19 dan yang bersangkutan selama ini hanya menggelar kelas Daring saja.

"Kalau nanti tugasnya bisa diganti oleh guru lain selama yang bersangkutan menjalani Isolasi," tuturnya.(mkr)

Editor :